
JoSS, KULONPROGO – Simulasi penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) yang semula dijadwalkan Jumat (26/04) terpaksa dibatalkan. Rencananya akan diganti joy flight yang membawa rombongan pejabat dari Jakarta termasuk dari Kementerian BUMN dan jajaran direksi PTAP I dengan pesawat Garuda pada Sabtu (27/04).
“Dalam pesawatnya para pejabat yang akan inspeksi ke bandara, termasuk direksi. Direncanakan dari Kementerian BUMN juga ikut bersama Garuda,” kata Juru Bicara Proyek Pembangunan BIY sekaligus General Manager Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama, Kamis (25/04) seperti dirilis Krjogja.com.
Sedangkan Dirut PT AP I, Faik Fahmi mengungkapkan, sesuai rencana, BIY mulai dioperasikan untuk kegiatan komersial pada 29 April. Dalam Hazard Identification and Risk Assesment yang menilai semua aspek keamanan dan keselamatan penerbangan di BIY, ada beberapa temuan yang harus diselesaikan.
Terhadap hal tersebut maka pihaknya konsentrasi menyelesaikannya pada Jumat (26/04).
“Sehingga pada 27 April sudah layak operasional secara komersial. Yang kami lakukan pada joy flight uji coba menggunakan pesawat Garuda,” jelasnya menambahkan komersialnya direncanakan Senin (29/04) dengan lima penerbangan, dari Jakarta, Balikpapan dan Batam.
Joy flight sendiri berarti penerbangan yang dilakukan untuk sekadar bersantai dan penumpang tidak membayar, melainkan diundang, sambil melihat-lihat pemandangan.
Sebelumnya PT Angkasa Pura (AP) I terus melakukan serangkaian uji coba untuk persiapan operasional Bandara Internasional Yogyakarta (BIY). Rencananya pada Jumat 26 April, pesawat Garuda Indonesia akan uji coba mendarat dan terbang dari bandara itu.
Baca juga: Tunggu Evaluasi, BIY Belum Layani Penerbangan Internasional
“Kami sudah siapkan satu pesawat untuk rute Jakarta-BIY, dan akan kembali BIY-Jakarta,” kata Vice President (VP) Operation Airport PT AP I Cecep Marga Sanjaya di sela Table Top Exercise & Simulasi Operasi BIY di Kantor PT Pembangunan Perumahan (PP).
Cecep memaparkan, dalam uji coba ini akan disimulasikan seluruh aspek kebandarudaraan. Mulai dari transportasi darat meliputi bus Damri, taksi, kendaraan pribadi, dan kereta api. Kemudian pergerakan penumpang dari mulai masuk lokasi BIY, check in pesawat dan terbang.
Simulasi akan dilakukan penumpang dari sejumlah titik, yakni Kebumen, Purworejo, Magelang, Stasiun Maguwo, dan Stasiun Tugu, menuju Stasiun Wates dan Stasiun Wojo di Kecamatan Bagelen, Purworejo. Dari Wojo, penumpang diangkut menggunakan bus Damri.
Menurut Cecep, table top exercise ini melibatkan seluruh stakeholder dan para pemangku kepentingan untuk mengecek kesiapan operasional bandara baru itu. Sesuai rencana operasional, BIY mulai dibuka dan diresmikan sejak Jumat (29/4).
“Persiapannya sudah 100 persen, maskapai, dan kargo semuanya sudah siap,” ujarnya.
Dia mengatakan, Sertifikat Bandar Udara (SBU) BIY yang menjadi dasar dibukanya untuk penerbangan juga sudah terbit. Secara legal formal, BIY telah bisa dioperasionalkan. SBU yang ada bersifat sementara. Setelah semua taxi way selesai, PT AP I akan kembali mengajukan SBU.
“Untuk operasional awal baru tiga taxi way dimanfaatkan. Karena itu setelah semuanya selesai termasuk apron, SBU kami ajukan kembali,” katanya. (Wiek/lna)

Leave a Reply