[widget id="text-5"]

Ratusan Taekwondoin Kendal Ikuti UKT Berbasis TIBER, Ketua Pengkab TI Ingatkan Soal Karakter

Pengkab TI Kendal menggelar UKT Periode 3 Tahun 2026 berbasis platform digital TIBER. Sebanyak 717 taekwondoin diuji kemampuan teknik dan mentalnya.
Sebanyak 717 jeja (murid) dari berbagai tingkatan mengikuti ujian yang berlangsung di GOR Bahurekso Kota Kendal, Minggu (18/10/2026).

KENDAL, JOSS.CO.ID – Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Kendal sukses menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Periode 3 Tahun 2026. Sebanyak 717 jeja (murid) dari berbagai tingkatan mengikuti ujian yang berlangsung di GOR Bahurekso Kota Kendal, Minggu (18/10/2026).

Pelaksanaan UKT kali ini memanfaatkan platform digital TIBER (Taekwondo Indonesia Berprestasi) guna menguji, mengukur, serta mengevaluasi kemampuan fisik, teknik, dan mental para taekwondoin sebelum melangkah ke tingkat sabuk yang lebih tinggi.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sesepuh Taekwondo Kendal, Master Suroso, serta jajaran pengurus Pengkab TI Kendal. Sementara itu, posisi penguji diampu langsung oleh Master Siti Rochmah (Dan VII) selaku perwakilan dari Pengurus Provinsi (Pengprov) TI Jawa Tengah.

Ujian yang terbagi dalam enam sesi ini diikuti oleh peserta dari tingkatan sabuk putih polos, kuning strip hijau, hijau polos, hijau strip biru, biru polos, hingga biru strip merah.

Dalam sambutannya, Ketua Pengkab TI Kendal, Wibowo Heru Setiyawan, menegaskan bahwa UKT bukan sekadar momentum untuk meraih sabuk baru, melainkan proses penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, dan rasa hormat.

“Ingatlah, sabuk boleh naik, tetapi sikap, disiplin, dan prestasi juga harus meningkat. Jadilah atlet yang rendah hati, hormat kepada orang tua dan pelatih, serta mampu membawa nama baik keluarga, dojang, dan Kabupaten Kendal,” tandas Heru.

Heru juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, pelatih, penguji, serta para orang tua yang terus mendukung pembinaan olahraga taekwondo di Kendal.

“Kepada para orang tua, terima kasih atas kepercayaan dan dukungannya. Teruslah mendampingi putra-putri kita, karena keberhasilan mereka bukan hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari karakter dan akhlak yang baik,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Heru berharap Taekwondo Kendal semakin maju dan mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas yang membanggakan daerah maupun negara.

“Kepada seluruh peserta, ikuti ujian dengan sungguh-sungguh, penuh percaya diri, selalu jujur, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ungkapnya.

Di sisi lain, Penguji dari Pengprov TI Jateng, Master Siti Rochmah, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan Pengurus Besar (PB) TI Pusat terkait kewajiban pendaftaran melalui platform TIBER.

“TIBER adalah platform digital resmi dari PBTI yang mengintegrasikan seluruh data taekwondoin di Indonesia. Mulai dari pendaftaran anggota, pendataan dojang atau klub, administrasi pertandingan, hingga pelaksanaan UKT kini semuanya beralih ke sistem digital melalui aplikasi ini,” tandas Master Siti.

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pendaftaran UKT, mulai dari level Geup (sabuk warna) hingga DAN(sabuk hitam), kini terpusat di sistem TIBER. Data kelulusan peserta akan tercatat secara nasional, dan sertifikat resmi dari PBTI dapat diunduh, dicetak, serta diverifikasi keasliannya menggunakan QR Code.

“Jadi data kenaikan tingkat peserta UKT akan tersimpan rapi dan berurutan secara digital, yang menjadi syarat mutlak jika ingin mengikuti kejuaraan resmi atau naik ke tingkat sabuk berikutnya,” jelasnya.

Menutup arahannya, Master Siti meminta seluruh Pengkab/Pengkot TI di Jawa Tengah untuk memastikan setiap jeja di wilayah masing-masing telah terdaftar dan memiliki akun TIBER yang terhubung dengan dojangtempat mereka berlatih.

“Jadi Akun TIBER jeje harus ditautkan dengan dojang atau club tempatnya berlatih agar pelatih atau pengurus dojang bisa mendaftarkan ke jadwal UKT terdekat yang diselenggarakan oleh Pengkab atau Pengkot setempat,” imbuh Master Siti.

Baca Juga: 20 Ribu Santri Kebumen Memadati Pantai Setrojenar: Pawai Budaya, Doa Bangsa, hingga Isu Legalisasi Pesantren

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]