20 Ribu Santri Kebumen Memadati Pantai Setrojenar: Pawai Budaya, Doa Bangsa, hingga Isu Legalisasi Pesantren

Sebanyak 20.633 santri meriahkan Pawai Budaya dan Istighosah Hari Santri 2026 di Kebumen. Kemenag dorong legalitas 100 pesantren menuju Indonesia Emas.
20.633 Santri Padati Pantai Setrojenar, Istighosah untuk Indonesia Emas dan Penguatan Pesantren Bersama Kemenag Kebumen.

KEBUMEN, JOSS.CO.ID — Sebanyak 20.633 santri memadati kawasan Pantai Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, pada Minggu (18/10/2026). Kehadiran puluhan ribu santri dari berbagai pondok pesantren tersebut dalam rangka mengikuti Pawai Budaya dan Istighosah peringatan Hari Santri 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen.

Tingginya antusiasme peserta yang tercatat berdasarkan laporan seluruh koordinator kecamatan lembaga pendidikan keagamaan Islam ini bahkan sempat menyebabkan padatnya arus lalu lintas dari depan Kantor Kecamatan Buluspesantren menuju lokasi acara.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini dihadiri oleh:

  • Wakil Bupati Kebumen, H. Zaeni Miftah
  • Kepala Kantor Kemenag Kebumen, H. Anif Solikhin beserta jajaran
  • Perwakilan Polres Kebumen dan Kodim 0709 Kebumen
  • Para pengasuh dan pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Kebumen

Ikhtiar Spiritual dan Doa untuk Keselamatan Bangsa

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Kebumen, H. Fahrudin, menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang unjuk kebudayaan santri, melainkan bentuk ikhtiar spiritual.

“Pembangunan bangsa tidak cukup hanya melalui kerja fisik dan kebijakan. Kita juga membutuhkan doa, keikhlasan, dan rida Allah SWT.,” ujar Fahrudin.

Rangkaian acara diisi dengan Khatmil Qur’an dan Mujahadah Asmaul Husna. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan berbagai doorprize, mulai dari sepeda, sepeda listrik, kulkas, hingga hadiah utama berupa satu paket umrah yang dipersembahkan oleh PT Attamimi Tawakkal Alalloh (Biro Umrah dan Tour Pondok Pesantren Al Azhar, Purworejo).

Fahrudin turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemkab Kebumen, PCNU, PD Muhammadiyah, FKPP, Bank Jateng, RMI-NU, BADKO, FKDT, LMY, Qiro’ati, Toserba Jadi Baru, serta seluruh pihak yang mendukung suksesnya acara ini.

Kemenag Kebumen Dorong 100 Pesantren Urus Izin Operasional

Di samping kemeriahan acara, Kepala Kantor Kemenag Kebumen, H. Anif Solikhin, menyoroti penguatan legalitas kelembagaan pesantren di Kebumen. Dari total 210 pondok pesantren yang terdata, baru 110 pesantren yang mengantongi izin operasional.

“Kita ingin seluruh pondok pesantren di Kabupaten Kebumen memiliki izin operasional. Karena itu, pesantren yang belum berizin tidak dibiarkan berjalan sendiri, tetapi akan dibina dan didampingi hingga memenuhi ketentuan yang berlaku,” tegas Anif.

Anif juga menyambut optimistis penguatan struktur baru di tingkat pusat, yakni hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren di Kemenag. Pembentukan Ditjen Pesantren diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026 dan Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2026. Momentum ini diharapkan mendorong pengelola pesantren di Kebumen untuk meningkatkan kualitas sarana, mutu pendidikan, dan SDM santri.

Dukungan Pemkab Kebumen untuk Peran Santri

Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen H. Zaeni Miftah mengaku terharu dengan partisipasi peserta. Bahkan, Zaeni memilih berjalan kaki bersama para santri menuju lokasi akibat padatnya jalan raya.

“Ini luar biasa. Salah satu indikator keberhasilan kegiatan mujahadah dan pawai adalah besarnya partisipasi masyarakat,” ungkap Zaeni.

Sebagai figur pimpinan daerah yang tumbuh dari lingkungan pesantren, Zaeni menegaskan komitmen Pemkab Kebumen untuk terus bersinergi dengan Kemenag dalam memajukan pendidikan Islam, baik dari sisi sarana-prasarana maupun penguatan kelembagaan.

Melalui sinergi kebersamaan ini, semangat Hari Santri 2026 di Kebumen diharapkan tidak sekadar menjadi selebrasi seremonial, tetapi mewujud dalam langkah nyata mencetak generasi santri yang unggul menuju Indonesia Emas.

Baca Juga: Lestarikan Tradisi Pesantren, Pemprov Jateng Buka Peringatan Hari Santri 2026 Lewat Ngaji Bandongan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*