JoSS, SEOUL KORSEL – Pemerintah RI dan Korea Selatan berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama ekonomi khususnya dalam bidang industri. Hal ini penting untuk mengadapi gejolak ekonomi global.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat melakukan kunjungan bilateral ke Seoul, Korea Selatan, untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-hwa menegaskan pentingnya untuk intensifkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan, secara khusus di bidang industri.
“Peningkatan kerja sama bidang industri ini penting penting untuk menghadapi gejolak perekonomian internasional. Kerjasama ini juga diharapkan mampu mendorong perekonomian yang saling menguntungkan,” katanya dalam keterangan tertulis di website Kemenlu.
Menlu menyebutkan, beberapa sektor industri yang dicakup dalam kerja sama tersebut, di antaranya industri logam, permesinan, otomotif, perkapalan, penerbangan, dan elektronik.
“Selain itu, industri berbasis agro, industri kimia dan tekstil, serta industri kecil dan menengah,” ujarnya. Kemitraan ini, lanjutnya guna mendukung aktivitas dan kinerja industri, memperluas investasi di kawasan industri, serta menerapkan inovasi teknologi untuk peningkatan produktivitas dan daya saing industri kedua negara.
Pada kesempatan yang sama, kedua Menlu juga sepakat untuk memanfaatkan setiap peluang dari Special Strategic Partnership yang sebelumnya disepakati oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Korsel Moon Jae-in pada November 2017.
“Di tengah tren proteksionisme ini, kedua negara perlu untuk terus melipatgandakan upaya bersama memanfaatkan berbagai peluang dagang dan mendorong sistem ekonomi yang terbuka,” ujar Retno.
Baca juga : Indonesia-Timor Leste Bahas Pengelolaan Ekosistem Perairan
Sementara itu, di bidang perdagangan Menlu Retno menyambut baik peningkatan nilai perdagangan kedua negara yang pada 2017 mencapai US$16,31 miliar dibandingkan dengan 2016 yang hanya US$13,68 miliar.
Menlu Retno juga mendorong Korsel untuk meningkatkan investasinya di Indonesia, yang pada 2017 naik hampir 100% dibandingkan dengan 2016. Nilai investasi Korsel di Indonesia pada 2016 sebesar US$1,06 miliar, naik menjadi US$2,02 miliar tahun lalu.
Kedua menteri juga bertukar pikiran tentang berbagai perkembangan strategis di kawasan dan dunia dalam pertemuan tersebut. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah perkembangan proses perdamaian di Semenanjung Korea. Retno menegaskan, Indonesia mendukung proses perdamaian dan denuklirisasi.
“Tadi Menlu Kang menyampaikan langsung perkembangan proses perdamaian di Semenanjung Korea. Saya kembali menegaskan pentingnya follow-up dari kedua KTT yang telah dilakukan dalam menuju perdamaian Semenanjung Korea,” jelasnya.
Sebagai Utusan Khusus Presiden RI, Menlu Retno akan bertemu Presiden Moon Jae-In pada Jumat 27 Juli 2018. (lna)

Leave a Reply