JoSS, SOLO – Presiden Joko Widodo berang saat melihat banyaknya gerai kuliner asing seperti Mc Donald’s, Kentuky serta Starbucks di rest area jalan Tol Solo-Ngawi. Jokowi meminta tempat peristirahatan sementara ini diisi dengan kuliner lokal.
Menurut Jokowi Pemerintah dalam hal ini ini Kementerian BUMN dan PUPR agar bisa memberikan insentif bagi usaha menengah kecil mikro (UMKM) untuk bisa berjualan di rest area jalan tol.
“Ganti outlet asing itu dengan kuliner tradisional setempat seperti soto, gudheg, sate, telur asin, wedang ronde ataupun kegiatan UMKM seperti dagang batik serta telur asin. Saya dengar kalau ada penurunan omset telur asin karena pembangunan jalan tol, itu harus dipecahkan,”papar Jokowi di sela-sela meresmikan jalan tol Solo-Ngawi segmen Kartasura -Sragen, di gerbang tol (GT) Ngemplak, Boyolali, Minggu (15/7).
Dalam peresmian ruas jalan tol tersebut hadir pula Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN, Rini Soemarno, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo serta , Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo.
Terkait pengelolaan jalan tol dalam hal ini adalah PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), langsung diperintahkan Jokowi, agar mengisi rest area dengan UMKM Indonesia. “Pembangunan jalan tol harus memiliki efek signifikan untuk mendorong peningkatan perekonomian bagi masyarakat sekitar ruas tol,” ujar Jokowi.
Baca juga : Jokowi Kaget, Pembangunan Bandara Semarang Lebih Cepat
Diakui Jokowi tujuan pembangunan jalan tol untuk memperlancar mobilitas baik manusia maupun barang, selain itu menurunkan biaya logistik. “Yang saya tegur terhadap pengelola jalan tol, agar rest area jangan sampai yang membuka warung makan, minum maupun kegiatan ekonomi lainnya justru diisi pihak asing,” ujar Jokowi.
Presiden Jokowi langsung menunjuk adanya ekonomi asing di rest area diantaranya yang menyajikan makanan cepat saji seperti Mc Donald. Jokowi mengatakan dirinya tidak mau jika hadirnya jalan tol nantinya justru akan muncul keluhan dari masyarakat terkait menurunnya omzet usaha ekonomi kerakyatan.
“Dengan mendorong kegiatan perekonomian UMKM ini diharapkan Indonesia juga bisa bersaing dengan negara Asia lainnya. Selama ini Indonesia sudah tertinggal dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina,”paparnya.
Jokowi menambahkan karena para pimpinan institusi tidak memperhatikan UMKM yang menjadi motor ekonomi kerakyatan, bisa jadi Indonesia kalah dengan Laos dan Kamboja. “Ini masalah besar bagi Indonesia, karena ketidak cepatan dalam membangun masalah yang fundamental, kita ditinggalkan negara lain,” ujar Jokowi.
Baca juga : Jokowi Kantongi 5 Nama Kandidat Cawapres
Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menanggapi himbauan Presiden Jokowi untuk memberi tempat bagi kuliner lokal di rest area jalan tol, sangat setuju. “Saya sependapat dengan pak Jokowi, siapa lagi kalau bukan pimpinan wilayah dari tingkat dua hingga Presiden yang mengangkat UMKM kuliner lokal, kalau bisnis kuliner asing itu mereka sudah mapan, nggak perlu difasilitasi,”ujarnya.
Rudy bahkan telah mempersiapkan makanan tradisionil Solo seperti thengkleng, nasi liwet, gudheg serta cabuk rambak bakal difasilitasi untuk tampil di rest area jalan tol.
“Pasarnya di rest area jelas ada, namun karena kuliner tradisional biasanya modalnya terbatas, nanti dicarikan mitra atau disuntik dana bergulir dari Corporate Social Responsibility (CSR) seperti di Solo sudah ada contoh kongrit penataan lahan pusat kuliner Galabo di Gladag, Solo didukung oleh CSR kalangan perbankan,”tutur Rudy.
Seperti diketahui, Jokowi hadir di Solo dalam rangka kunjungan kerja meresmikan jalan Tol Solo-Ngawi segmen Kartasura-Sragen sepanjang sekitar 35 kilometer itu dialokasi dana sekitar Rp 13 triliun. (ton/lna)

Leave a Reply