JoSS, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku prihatin terkait masih tingginya jumlah rumah di Semarang yang tak layak huni, hingga akhir 2017 jumlahnya mencapai 10.941 rumah.
“Prihatin, di Ibu Kota JawaTengah jumlah rumah tak layak huni masih tinggi. Hingga akhir 2017 Pemkot Semarang telah merenovasi rumah tak layak huni sebanyak 2.860 rumah, yang belum di renovasi masih ada 10.941 rumah,” katanya.
Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk terus merenovasi rumah tak layak huni sehingga pada 2020 nanti sudah tak ada rumah yang tak layak huni di wilayah ini.
Selama dua tahun kedepan sedikitnya setidaknya 4.295 rumah tidak layak huni.
“Rehabilitasi rumah ini penting untuk mendorong terciptanya lingkungan tempat tinggal warga yang sehat. Walaupun angka harapan hidup Kota Semarang sudah tertinggi, masih banyak pekerjaan rumah (PR),” katanya.
Angka harapan hidup di Kota Semarang, kata dia, sebesar 77,21 tahun berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang tertinggi dibandingkan daerah-daerah lain, seperti Yogyakarta, Denpasar, dan Bandung. (ant/lna)

Leave a Reply