[widget id="text-5"]

BI Isyaratkan Pemangkasan BI Rate Lagi, Pertumbuhan Ekonomi Jadi Target Utama

Gedung Bank Indonesia di Solo. Flickr/Aditya Darmasurya
Gedung Bank Indonesia di Solo. Flickr/Aditya Darmasurya

JOSS.CO.ID, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memberikan sinyal akan kembali menurunkan suku bunga acuan BI Rate 2025 guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan hingga 2026.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (3/7/2025) malam, Perry menyebut bahwa Bank Indonesia telah memangkas suku bunga dua kali tahun ini — masing-masing sebesar 25 basis poin (bps) pada Januari dan Mei — hingga menyentuh level 5,50%.

“BI all out dorong pertumbuhan ekonomi, jadi kami turunkan suku bunga dua kali dan akan turunkan lagi,” tegas Perry.

Selain pelonggaran suku bunga, BI juga meluncurkan berbagai stimulus kebijakan moneter. Salah satunya dengan menambah likuiditas melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp130 triliun serta menyediakan insentif likuiditas sebesar Rp80 triliun melalui digitalisasi sistem pembayaran.

Targetnya, BI ingin mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi. Perry optimistis pertumbuhan ekonomi bisa menembus titik tengah 5,1% dan bahkan menyentuh 5,2% pada 2025.

Untuk tahun depan, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dalam rentang 4,6-5,4%, dan 4,7-5,5% pada 2026. Proyeksi ini sedikit berbeda dengan Kementerian Keuangan yang menargetkan pertumbuhan sebesar 4,7-5% di 2025 dan 5,2%-5,8% pada 2026.

“Proyeksi kami sudah mempertimbangkan tekanan global dan risiko penurunan ekspor,” jelas Perry.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]