
JosS, Semarang – Wakil Pimpinan DPRD Jawa Tengah, Mohammad saleh memberikan perhatian khusus terhadap peran penting HMI dalam mencetak kader-kader berkualitas yang telah berkontribusi dalam berbagai sektor strategis di Indonesia.
Hal itu, disampaikan di acara malam puncak Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-78 pada 23 Februari 2025, yang bertepatan dengan usia 80 tahun dalam kalender Hijriah.
Muhammad Saleh Soroti Kontribusi Alumni HMI di Berbagai Bidang
Dalam sambutannya, Mohammad Saleh menekankan bahwa alumni HMI telah banyak menduduki posisi penting di berbagai sektor, termasuk eksekutif, legislatif, yudikatif, swasta, NGO, hingga organisasi masyarakat. Saleh menyebutkan bahwa banyak di antara alumni HMI yang dikenal sebagai “minoritas kreatif” yang mampu menggerakkan institusi dan memberikan dampak signifikan di bidangnya masing-masing.
“Banyak alumni HMI yang kini berkiprah di level eksekutif, legislatif, dan berbagai sektor penting lainnya. Mereka adalah bagian dari generasi yang tidak hanya membawa nama baik HMI, tetapi juga berperan besar dalam membangun bangsa,” ujar Mohammad Saleh.
Saleh menambahkan, selama ini pola kepemimpinan alumni HMI sering kali berfokus pada pengalaman organisasi saat masih aktif. Namun, pasca-reformasi 1998, pola tersebut mulai bergeser. Kini, banyak mantan pengurus PB yang berhasil berkiprah di level kabupaten, sementara pengurus komisariat juga berhasil menembus level nasional.
Menurut Mohammad Saleh, tantangan besar yang dihadapi HMI di usia ke-78 adalah bagaimana mencetak kader yang tidak hanya berpengalaman dalam organisasi tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Salah satu aspek penting yang ditekankan oleh Saleh adalah pentingnya kader HMI terlibat dalam kepemimpinan tingkat desa.
Saleh mengungkapkan, kebijakan pemerintah seperti dana desa dan program swasembada pangan semakin menguatkan peran desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masa depan. Oleh karena itu, kader HMI memiliki peluang besar untuk mengisi posisi-posisi kepemimpinan di desa-desa.
“Peluang besar bagi HMI untuk berkontribusi nyata ada di tingkat desa. Dengan kebijakan yang ada, desa akan menjadi pusat ekonomi masa depan, dan kader HMI diharapkan mampu berperan aktif di sana,” ujar Saleh.
Saleh juga menyoroti bahwa untuk dapat berkontribusi secara maksimal, pelatihan di HMI perlu diarahkan pada pengembangan kompetensi kepemimpinan yang berbasis kearifan lokal, serta kepemimpinan modern dan pemanfaatan teknologi informasi digital. Hal ini diharapkan dapat menjawab tantangan masa depan dan mempersiapkan kader HMI untuk menghadapi dinamika yang berkembang.
HMI Harus Terus Berinovasi
Sebagai organisasi yang sudah berusia 78 tahun, Mohammad Saleh mengingatkan HMI untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. HMI diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi pemimpin yang berkualitas, siap menghadapi masa depan, serta mampu mewujudkan masyarakat yang adil makmur.
“Dengan semangat ‘Yakin Usaha Sampai’, HMI harus terus berinovasi, beradaptasi, dan tetap menjadi organisasi yang relevan serta mampu berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa,” ujar Mohammad Saleh.
Selamat ulang tahun HMI ke-78! Yakin Usaha Sampai!

Leave a Reply