
JoSS, SEMARANG – GoTo akan mengucurkan dana Rp1,1 miliar untuk pembangunan Taman Singosari yang digadang-gadang sebagai Simpang Lima kedua di Kota Semarang. Penyelesaian pembangunan taman ini ditarget selesai pada triwulan pertama 2023.
Dalam pembangunan taman ini, Pemkot Semarang mendapat dukungan dari GoTo, sebuah perusahaan ekosistem digital yang menaungi Gojek dan Tokopedia.
Kepala Wilayah GoTo Jawa Tengah (Jateng), Nur Ardiansyah mengatakan Gojek ingin selalu berpartisipasi dalam program yang berkontribusi untuk kepentingan bersama.
“Gojek ingin selalu berpartisipasi dalam program yang berkontribusi untuk kepentingan bersama. Apa yang kami sebut goal getter adalah turut melestarikan alam demi sustainability dan program ini sama dengan visi kami,” ujar Kepala Wilayah GoTo Jawa Tengah (Jateng), Nur Ardiansyah, saat acara groundbreaking pembangunan Taman Simpang Lima Kedua, Selasa (6/12/2022).
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya mewujudkan pembangunan ruang publik yang digadang-gadang bakal menjadi Simpang Lima kedua. Bahkan, taman yang disebut bakal menjadi Simpang Lima kedua ini rencana berwujud hutan kota dan pembangunannya ditarget selesai pada awal tahun 2023 nanti.
Peletakan batu pertama ini digelar di Bundaran Singosari, yang nantinya akan dijadikan lokasi taman Simpang Lima kedua.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkirm) Kota Semarang, Ali, menambahkan konsep Simpang Lima kedua nantinya adalah berupa hutan kota. Taman ini memiliki luas 1.850 meter persegi dan dipenuhi pepohonan yang rindang.
Ali menegaskan pihaknya tidak akan melakukan penebangan, justru pohon-pohon baru akan diadakan, salah satunya adalah jakaranda. Sementara untuk lahan parkir, Disperkim mengatakan akan ada lokasi khusus. Lain halnya dengan Simpang Lima pertama yang belum dilengkapi lahan parkir utama.
“Jadi berbeda dengan Simpang Lima yang pertama, seperti rencana di zaman Pak Hendrar Prihadi, akan tetap ada pedestrian tapi yang utama adalah Simpang Lima kedua merupakan ruang terbuka hijau berupa hutan kota,” tegas Ali.
Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu, meminta semua organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Semarang bekerja secara serentak menyukseskan pembangunan taman yang digadang-gadang menjadi Simpang Lima kedua itu. Ita menyoroti bentuk bundaran Singosari saat ini yang menurutnya cenderung lonjong serta tata letak kabel-kabel yang masih belum rapi.
“Kami juga akan melibatkan Distaru untuk menata layout Simpang Lima kedua. Kemudian yang terpenting adalah pelestariannya, kita bisa membangun maka harus bisa merawatnya juga,” jelas wanita yang akrab disapa Ita ini.
Menanggapi permintaan Plt Wali Kota, Ali mengatakan pihaknya akan mengusahakan agar anggaran untuk perawatan taman bisa ditingkatkan. “Tahun lalu dianggarkan Rp25 miliar untuk semua taman, nanti akan kan usahakan agar ada penambahan Rp10 miliar. Jadi ada anggaran Rp35 miliar untuk taman,” jelasnya. (lna)

Leave a Reply