[widget id="text-5"]

Uskup Agung Semarang Serukan Umat Jangan Golput

JoSS, MAGELANG – Uskup Agung Semarang Monsinyur Robertus Rubiyatmoko mengingatkan umat Katolik di wilayah keuskupan Jateng dan DIY untuk menjadi pemilih yang bertanggung jawab dan tidak golput pada pemilu mendatang.

“Umat Katolik harus berperan serta dan bertanggung jawab atas pemilu tersebut dengan menjadi pemilih yang beriman, cerdas, dan bijaksana sebagai perwujudan rasa cinta Tanah Air Indonesia,” katanya melalui surat terbuka berjudul “Seruan Uskup Agung Semarang Menyambut Pemilihan Umum 17 April 2019” yang diterima di Magelang, Sabtu.

Ketua Komisi Komunikasi Sosial KAS Romo Yustinus Slamet Witokaryono yang dikonfirmasi, membenarkan tentang seruan Uskup Ruby melalui surat terbuka tertanggal 5 Februari 2019 tersebut.

Uskup Ruby juga mengemukakan bahwa mereka yang terlibat sebagai penyelenggara pemilu di berbagai tingkat harus menjalankan tugas itu dengan penuh tanggung jawab dan independen.

Oleh karena pemilu salah satu sarana penting pelaksanaan kedaulatan rakyat, katanya, sikap meremehkan atau memanipulasi dan merekayasa proses dan hasil pemilu oleh pihak mana pun merupakan pelanggaran serius atas hak rakyat dan martabat warga negara yang pada taraf tertentu dapat meniadakan kedaulatan rakyat itu.

Ia menjelaskan bahwa menjadi pemilih beriman menggunakan hak pilih secara bebas dan berdasarkan hati nurani sebagai pertanggungjawaban dan perwujudan iman, menjadi pemilih cerdas menggunakan hak pilih berdasarkan analisa dan perhitungan cermas.

Selain itu, lanjutnya, serta pengenalan yang cukup terhadap peserta pemilu, sedangkan pemilih bijaksana tidak mudah diombang-ambingkan berbagai godaan, seperti jual beli suara, praktik politik uang, janji-janji manis, maupun pengaruh lain yang mengakibatkan pribadinya tidak benar-benar bebas.

Baca juga: 300 Pemuda Lintas Agama dan Parpol Gelar Deklarasi Pemilu Damai

“Sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan, hendaknya anda mengikuti panduan pembelajaran memilih yang disampaikan oleh Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Semarang (PK4AS),” kata dia.

Ia mengajak umat KAS yang memiliki hak pilih tidak lari dari tanggung jawab menyukseskan pemilu, sesuai dengan perundang-undangan.

Ia menyebut golput sebagai pilihan tidak bijaksana karena suara para pemilih menentukan proses perjalanan bangsa lima tahun ke depan dan selanjutnya.

“Kami memandang suara anda sangat menentukan, karena satu suara anda memiliki makna yang sangat besar bagi masa depan bangsa,” katanya.

Ia juga meminta semua partai politik, calon anggota legislatif, capres-cawapres memegang teguh tata krama dan aturan pemilihan dengan kesadaran bahwa kesejahteraan rakyat menjadi pegangan utama.

Selain itu, katanya, semua pihak yang terlibat kampoanye harus melakukan kegiatan itu dalam suasana kekeluargaan dan berdasarkan kesadaran tentang kewajiban menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]