Waspada, Ada 6 Gejala Baru Covid-19

Ilustrasi | Foto: nebraska.tv

JoSS, NEW YORK – Laporan terbau dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) mengenai gejala COVID-19, mencatat ada beberapa gejala baru dari penyakit ini. Masyarakat dunia diminta mewaspadai enam gejala baru, melengkapi sejumlah gejala yang dilaporkan sebelumnya.

Jika sebelumnya selama ini disebutkan gejala awal seseorang terinfeksi COVID-19 adalah batuk kering, demam, dan flu. Nah, kini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) diketahui baru saja menambahkan enam gejala baru ke dalam daftar gejala resmi dari COVID-19.

Seperti dikutip Popularscience, Selasa (28/4), enam gejala baru yang masuk sebagai gejala resmi COVID-19 tersebut adalah tubuh menggigil, terasa ada nyeri otot, sakit kepala, tubuh menggigil berulang kali, sakit tenggorokan, dan kehilangan kemampuan merasakan rasa atau mencium sesuatu.

“Keenam gejala baru tersebut sejauh ini sudah banyak dilaporkan dialami oleh cukup banyak pasien positif COVID-19. Sehingga dilihat bisa menjamin bahwa enam gejala tersebut bisa dimasukkan sebagai gejala baru terinfeksi COVID-19,” jelas CDC dalam laporannya.

Penambahan baru gejala ini bisa terbukti penting untuk mengidentifikasi jumlah infeksi yang sebenarnya di seluruh Amerika (negara paling terdampak COVID-19 di dunia) dan dunia secara keseluruhan.

Baca juga: Situasi Membaik, Pekan Depan PNS di Hong Kong Kembali Ngantor

Mengingat seseorang yang mau melakukan tes pemeriksaan untuk mengonfirmasi SARS-CoV-2 biasanya harus bergejala terlebih dahulu.

Sementara itu, para pemimpin dunia berjanji untuk mempercepat pekerjaan untuk pengujian serta penyediaan obat dan vaksin Covid-19 yang akan dibagikan ke seluruh dunia. Namun, Amerika Serikat (AS) tidak ikut bergabung dalam inisiatif percepatan yang diluncurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa bergabung dalam konferensi video untuk meluncurkan inisiatif yang disebut WHO sebagai “kolaborasi penting” untuk memerangi pandemi virus corona (Covid-19).

Tujuannya adalah mempercepat pengembangan obat-obatan yang aman dan efektif, pengujian, dan vaksin untuk pencegahan, serta diagnosa dan perawatan Covid-19. Mereka juga memastikan akses perawatan yang sama untuk kaya dan miskin.

“Kita menghadapi ancaman bersama yang hanya bisa dikalahkan dengan pendekatan bersama,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat membuka pertemuan virtual, balum lama ini, seperti dikutip dari Reuters.

“Pengalaman telah memperlihatkan sekalipun alat telah tersedia, mereka tidak tersedia secara sama untuk semua. Kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi,” tambah Tedros. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*