
JoSS, HONG KONG – Pemerintah Hong Kong memutuskan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negara itu bakal kembali bekerja di kantor mulai pekan depan. Hal itu menyusul terus membaiknya kondisi pasca wabah corona yang menginfeksi 1.038 orang. Membaiknya kondisi itu terlihat, sejak 20 April, tak ada lagi kasus baru ditemukan.
Dengan kembalinya PNS bekerja di kantor, pelayanan pemerintahan bisa kembali beroperasi di jam normal. Keputusan ini didasarkan pada penanganan pandemi corona yang sudah mulai bisa diatasi dengan baik.
Namun Hong Kong tak langsung menurunkan pembatasan yang telah mereka buat. Sekolah-sekolah tetap tutup sedangkan fasilitas publik seperti arena olahraga terbuka, perpustakaan, dan museum bisa kembali dibuka.
Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menyatakan pihaknya tetap berada dalam kondisi waspada meski melonggarkan sejumlah aturan ketat yang telah dibuat.
“Situasi saat ini fluktuatif dan WHO juga menegaskan hal yang sama. Kami harus terus dalam kondisi siap dan tidak melonggarkan aturan sekaligus, melainkan secara bertahap,” katanya seperti dikutip ari CNNIndonesia.
“Dalam kondisi melonggarkan aturan, ketika ada kebutuhan [mendesak], kami harus siap untuk kembali memperketat aturan. Kami baru benar-benar bisa santai ketika sudah ada vaksin dan mayoritas dari populasi punya kekebalan [terhadap virus],” kata Lam seperti dikutip dari Strait Times.
Sejauh ini Hong Kong masih melarang lebih dari empat orang untuk berkumpul dan tetap menutup gym serta bioskop. Peraturan ini diperpanjang hingga 7 Mei mendatang. Sedangkan orang-orang yang datang dari China wajib menjalani karantina selama 14 hari.
Menurut data Worldometer, Hong Kong mencatat 1.038 kasus positif corona dengan total kematian empat orang. Hong Kong untuk kali pertama dalam enam pekan terakhir melaporkan nol kasus baru virus corona, Senin (20/4).
Baca juga: Kim Jong-Un Tulis Surat Untuk Presiden Afsel Dari Tempat Rahasianya
Hong Kong sendiri mengonfirmasi kasus pertama infeksi Covid-19 pada 23 Januari, dan terakhir kali mendeteksi tidak ada infeksi baru pada 5 Maret.
Meski demikian, Pusat Perlindungan Kesehatan (CHP) tetap meminta warga untuk terus menjaga jarak sosial sesuai pedoman pencegahan, dan menghindari kegiatan yang dihadiri banyak orang untuk mengurangi risiko terinfeksi.
Selain itu, warga juga dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri mengingat penularan Covid-19 di seluruh dunia semakin mengkhawatirkan.
Dengan minimnya kasus baru, Departemen Kesehatan dan Otoritas Rumah Sakit memutuskan untuk tidak mengadakan konferensi pers harian.
Menurut South China Morning Post, sejak akhir Januari pemerintah rutin memberikan informasi perkembangan harian virus corona pada pukul 16.30.
Meski kasus corona di dalam negeri mulai mereda, Hong Kong tetap dihantui ancaman penularan dari luar negeri. Kini seluruh warga mereka yang baru datang dari luar negeri diwajibkan menjalani karantina.
Sebuah sumber pemerintah mengatakan bahwa Regal Oriental Hotel, di Kota Kowloon, telah berubah menjadi pusat karantina karena otoritas kesehatan berusaha meminimalkan risiko penularan dari warga Hong Kong yang kembali dari luar negeri.
Pejabat mempertimbangkan agar para pelancong menunggu hasil tes sebelum memulangkan mereka untuk isolasi lebih lanjut.
Tingkat infeksi corona di Hong Kong meningkat pada Maret lalu ketika sejumlah warga kembali dari luar negeri. Banyak penduduk Hong Kong yang tiba dari Inggris, Amerika Serikat, dan Eropa, dinyatakan positif Covid-19. (lna)

Leave a Reply