Tahun Depan Di Jateng Akan Ada 5 Bandara

jateng
Ilustrasi kedatangan pesawat di bandara | Foto : instagram angkasapura2

JoSS, SEMARANG – Pemprov Jateng terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk menggenjot penggunaan transportasi masal sebagai upaya percepatan pertumbuhan ekonomi. Setelah Bandara Jenderal Besar Sudirman di Purbalingga, selanjutnya dibangun Bandara Ngloram di Blora.

Seperti diketahui, Jateng Saat ini memiliki tiga bandara yang telah beroperasi yaitu Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Tunggul Wulung Cilacap dan Bandara Baru Ahmad Yani.

Saat ini proyek pengembangan Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman di Kabupaten Purbalingga telah dibangun. Tahap pertama pembangunan bandara tersebut, PT Angkasa Pura menggelontorkan dana sekitar Rp 350 miliar.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan setelah pembangunan Terminal Baru Bandara Ahmad Yani, Bandara Jenderal Besar Sudirman di Purbalingga, tahun depan akan mulai pembangunan fisik Bandara Ngloram di Blora.

Menurut dia pembangunan infrastruktur menjadi prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu selain jalan dan jembatan, ia juga menggenjot penggunaan transportasi massal dengan membangun infrastruktur bandara.

“Tahun depan bandara di Purbalingga jadi, selanjutnya Ngloram di Blora, di tambah Ahmad Yani yang sudah jadi. Insya Allah ada tiga bandara baru yang melengkapi Solo dan Cilacap. Masak ada lima bandara Jateng ga bisa maju ya kebangetan,” katanya saat peluncuran  BRT Trans Jateng di Terminal Bulu Pitu, Purwokerto.

Baca juga : Pengembangan Bandara Dewadaru Direalisasikan 2019

Ganjar menambahkan selain pembangunanbandara, infratruktur rel kereta api double track di selatan sudah beres. “Jalur kereta Purwokerto – Semarang berhasil, jadi pilihan penggunaan transportasi masal makin banyak,” ujarnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo pada April lalu meninjau pembangunan fisik Bandara Jenderal Besar Sudirman di Purbalingga, yang sebelumnya adalah Pangkalan Udara TNI AU Wirasaba.

“Kami harapkan, (pembangunan) bandara ini selesai akhir 2019. Insya Allah ini selesai,” ujar Jokowi saat meninjau pembangunan bandara, pada April lalu.

Saat ini, bandara yang dibangun di atas tanah seluas 115 hektar itu sedang dalam tahapan land clearing. Landasan pacu akan diubah dari rerumputan menjadi aspal berstandar bandara internasional.

Bangunan bergaya joglo sebagai tempat untuk aktivitas administrasi penerbangan juga mulai dibangun. Menurut rencana, landas pacu akan dibuat sepanjang 2.500 meter x 30 meter. Namun, untuk tahap pertama ini, landas pacu akan dibuat sepanjang 1.600 meter x 30 meter. Dengan luas demikian, bandara mampu melayani pesawat jenis ATR-72.

“Kami harapkan nantinya dengan terminal seluas 3.000 meter persegi akan bisa menampung 300.000 penumpang per tahun,” ujar Jokowi.

Bandara ini diharapkan mampu mendorong perekonomian daerah-daerah di sekitar Purbalingga, yakni Banjarnegara, Kebumen, Purwokerto, Pemalang, Tegal, Brebes, dan Wonosobo.

Sementara itu Bandara Ngloram Blora bakal jadi bandara ketiga yang dibangun di era Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dua bandara sebelumnya yakni pembangunan di Bandara Ahmad Yani Semarang yang telah beroperasi dan Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga.

Setelah itu, Bandara Ngloram menyusul dibangun dengan kepastian dari Kementerian Perhubungan. “Wirasaba yang sekarang jadi Jenderal Sudirman kemarin sudah groundbreaking pak Jokowi harapannya tahun depan sudah jadi. Berikutnya kita bisa mengejar yang Ngloram ini,” kata Ganjar, saat meninjau lokasi calon bandara di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Blora.

Baca juga : Pembangunan Stasiun Kereta di Bandara Solo Ditarget Rampung September

Bandara Ngloram memanfaatkan lahan bekas Lapangan Terbang Ngloram yang pernah aktif di era 1980-an. Lapangan ini merupakan aset Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sehingga perlu pemindahan aset ke Kementerian Perhubungan.

Saat dikunjungi Ganjar, lapangan terbang ini menyisakan bekas landasan yang sudah rusak berat. Aspal sudah mengelupas, tinggal tumpukan batu sepanjang 900 meter dan lebatr30 meter.

“Saya sudah bicara dengan Menteri Perhubungan pengalihan aset dari ESDM ke Perhubungan sudah proses, jika sudah selesai bisa segera feasibility study kemudian ada DED-nya dan dikembangkan sampai pembuatan bandara,” papar Ganjar.

Rencananya, landas pacu akan dilebarkan dengan ukuran panjang 1.350 meter dan lebar menjadi 40 meter. Juga disiapkan area seluas 1.500 meter persegi untuk turning area atau area di ujung landas pacu bandara. Untuk pengerjaan tersebut dibutuhkan anggaran Rp 40 miliar.

Kemudian Rp 40 miliar lagi untuk pengerjaan proyek lainnya. Seperti terminal penumpang, apron atau parkir pesawat dan taxiway. Total dana Rp 80 miliar itu berasal dari Kementerian Perhubungan. Sedangkan Pemprov Jateng dan Pemkab Blora menghibahkan tanah untuk perluasan areal Bandara Ngloram.

“Kalau ini jadi, Cepu, Blora, sampai Bojonegoro akan bisa memanfaatkan. Kita tahu di sini ada banyak sumber minyak maka ada transportasi cukup cepat bbisa masuk ke wilayah ini dan ini akan jadi pertumbuhan konomi yang bagus utk Blora dan sekitarnya,” kata Ganjar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*