Pemkot Solo Karantina 70 Pemudik di Graha Wisata Niaga 14 Hari

Posko siaga covid-19 di gedung Graha Wisata | Foto: instagram humaspemkotsurakarta

JoSS, SOLO – Pemerintah Kota Solo mulai menerapkan kebijakan mengkarantina bagi pendatang atau warga yang nekat mudik ke Solo. Hal ini dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus corona. Sedikitnya ada 70 pemudik yang telah di karantina di Graha Wisata Niaga.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan sejak hari pertama diberlakukannya aturan khusus ‘Wajib Karantina 14 hari” mulai Kamis (9/4).

“Bagi pemudik hanya satu pilihannya, yakni masuk rumah karantina yang disediakan Pemkot Solo. Hal ini lantaran imbauan karantina mandiri tidak dipenuhi oleh sejumlah pemudik yang datang sebelumnya, bahkan berkeliaran dan meresahkan masyarakat,” kata pria yang kerap di sapa Rudy ini.

Pemudik yang berkeliaran itu terjaring aparat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, pada Rabu (8/4) malam, banyak yang ngotot menolak masuk karantina. Berbagai alasan disampaikan kepada aparat Gugus Tugas, antara lain alasan untuk melakukan karantina mandiri yang semula diberikan Pemkot Solo sebagai salah satu alternatif.

Para pemudik karantina mandiri yang kepergok petugas dengan koordinasi pihak kelurahan yang dibantu Babinkamtibmas Polri, membawa para pemudik tersebut ke Graha Wisata Niaga.

“Sekarang Pemkot Solo tidak memberi toleransi lagi. Para pemudik yang ke Solo tidak ada pilihan lain, harus karantina 14 hari di rumah karantina. Kenapa harus demikian? Karena kita mengantisipasi kemungkinan yang terjelek,” tuturnya.

Baca juga: Jumlah Penumpang Turun Drastis, Perusahaan Bus AKAP Wonogiri-Jabodetabek Berhenti Beroperasi

Selama sehari sampai Rabu, pukul 14.00, rumah karantina Graha Wisata Niaga yang merupakan gedung dua lantai berkapasitas 200-an tempat tidur sudah terisi 70 orang pemudik.

Selain mereka yang terjaring petugas dan beberapa orang pemudik yang secara sukarela masuk karantina, para pemudik dini yang nekat itu dijemput petugas khusus pemudik dari Terminal Bus Tirtonadi, Stasiun KA Solo Balapan dan Stasiun Purwosari, serta dari Bandara Adi Soemarmo.

Setelah berfungsinya secara efektif rumah karantina Graha Wisata Niaga, Pemkot Solo membuat aturan baru yang menyebutkan Graha Wisata Niaga khusus digunakan untuk menampung orang dalam pengawasan (ODP) tidak berisiko.

Sedangkan ODP berisiko akan dikarantina di bekas rumah bangsawan Keraton Surakarta, Ndalem Djojokusuman yang berkapasitas sekitar 70 orang. Terpisah, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani menjelaskan, penyebaran Covid-19 di Kota Solo relatif landai tidak ada perkembangan signifikan.

Jumlah pasien terkonfirmasi positif Corona masih sebanyak 5 orang, 2 orang masih dalam perawatan, seorang sembuh dan dua orang meninggal. Selain itu, PDP di Kota Solo sebanyak 51 orang, terdiri dari 14 orang rawat inap, 28 orang sembuh dan 9 orang meninggal. Sedangkan angka ODP sebanyak 326 orang, terdiri dari 170 orang dalam pemantauan dan 156 selesai pemantauan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*