JoSS, SEMARANG – Hujan deras kembali mengguyur Kota Semarang Senin (3/12) sore sekitar pukul 15.45 WIB. Hujan deras hampir dua jam tersebut membuat sebagian wilayah bawah Semarang terendam air dengan kedalaman rata-rata hampir selutut orang dewasa. Imbasnya, banjir melumpuhkan sebagian akses transportasi kota.
Di wilayah Kecamatan Semarang Barat mulai Jalan Indraprasta, Jalan Imam Bonjol, Jalan Petek Raya hingga wilayah Kecamatan Semarang Utara seperti akses menuju Stasiun Poncol maupun Stasiun Tawang terendam air.
Di Jalan Raya Kaligawe, ketinggian genangan, khususnya di bawah jembatan tol kembali naik seiring meningkatnya debit air Sungai Sringin akibat hujan deras. Genangan air juga meluas sampai ke wilayah Semarang Tengah seperti kawasan Kota Lama, Johar, Jalan Kranggan hingga Jalan Depok, Jalan Pemuda dan Jalan Ahmad Yani.
Di wilayah Kecamatan Semarang Timur, kawasan Sawah Besar tak luput dari banjir. Ini akibat air Sungai Banjir Kanal Timur yang tengah proses normalisasi oleh Balai Besar Wilayah Sungah (BBWS) Pemali Juana meluap.
Tak hanya menggenangi akses utama kota, banjir juga melanda rumah-rumah warga. Kedalaman air hampir sama dengan banjir yang melanda jalan-jalan protokol.
Genangan air Kemacetan parah di jalan utama membuat banyak pengguna sepeda motor memutar atau memilih jalan tikus perkampungan. Alih-alih mendapat solusi, banyak diantara mereka yang malah terjebak genangan di area permukiman.
Hujan deras sore tadi juga menyentuh kawasan yang selama ini bebas banjir. Seperti di Jalan Raya Sekaran, Kecamatan Gunungpati, tepatnya di Jalan utama menuju Universitas Negeri Semarang (Unnes) dilintasi derasnya air dari luapan drainase jalan. Warga langsung mengamankan sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan guna menghindari terjangan air.
Baca juga: Menristekdikti: Instansi Pemerintah Wajib Gunakan Motor Listrik
Sulitnya menembus banjir dan kemacetan lalu lintas tersebut membuat perjalanan warga yang hendak menuju Stasiun Tawang terhambat. Sindu (37) warga Banyumanik misalnya. Pria berkacamata ini terpaksa membatalkan keberangkatannya ke Bandung lantaran terlambat tiba di Stasiun Tawang.
“Saya berangkat dari rumahsekitar pukul 16.00 WIB. Tapi dimana-mana banjir dan macet sehingga tiba di Stasiun Tawang sekitar pukul 18.00 WIB. Akhirnya terlambat kereta ke Bandung yang berangkat pukul 17.35 WIB,” ujarnya seraya beranjak pulang.
Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang Suprapto menyatakan banjir di Semarang tak membuat perjalanan kereta terganggu. “Banjir masih dibawah ambang aman, bahkan di perlintasan sebidang di Kaligawe juga masih aman dilalui kereta,” kata dia. Suprapto menyebut ambang batas aman banjir adalah 12 Cm dari kepala rel.
Sementara genangan air di seputar Stasiun Tawang, diantaranya di pintu masuk keberangkatan, ruang tunggu penumpang hingga peron juga dianggap tak mengganggu pelayanan penumpang. Sebagai antisipasi, pintu keluar di sisi timur dan barat stasiun akan difungsikan juga sebagai pintu masuk.
“Hanya ketinggian 2-3 Cm, itu pun langsung disedot dengan pompa yang kami miliki. Kereta menuju Jakarta dengan jadwal keberangkatan sekitar pukul 20.00 WIB juga tidak terganggu,” tukas dia. (Joy/lna)

Leave a Reply