Musim Penghujan, Mereka Berjibaku Menerobos Banjir

JoSS, SEMARANG – Semarang kaline banjir. Petikan syair di lagu Jangkrik Genggong yang dinyanyikan Waljinah seperti kutukan nyata. Di awal musim hujan yang bersamaan di penghujung akhir tahun, Semarang kembali dilanda persoalan klasik bernama banjir.

Banjir kali ini menggenangi Jalan Raya Kaligawe, yang nota bene merupakan jalan nasional di pantai utara (pantura) Jawa sekaligus akses utama penghubung Jakarta – Semarang – Surabaya.

Banjir terjadi lantaran meluapnya Sungai Sringin dan Tenggang paskahujan deras yang mengguyur sejak Minggu (2/12) malam.

Pantauan JoSS.co.id di lapangan memperlihatkan genangan terdalam ada di titik bawah jembatan tol ruas Kaligawe – Banyumanik yang mencapai hampir 60 Cm. Dari titik tersebut banjir meluber hingga sekitar palang pintu kereta api dengan kedalaman bervariasi, terendah mulai sekitar 10 Cm.

Imbasnya, aktivitas warga yang hendak berangkat kerja pada Senin (3/12), mulai pukul 06.00 WIB, tersendat. Upaya rekayasa lalu lintas yang dilakukan petugas kepolisian dengan mengalihkan arus kendaraan dari timur maupun barat mengitari jalan tol tak membuahkan hasil.

Ribuan kendaraan malah tertahan akibat stagnannya arus lalu lintas di sekitar jembatan tol, tepatnya di bundaran ujung jalan tol Kaligawe sekitar Masjid Kubro.

Tidak sedikit mobil maupun motor yang harus didorong lantaran mesinnya kemasukan air.

Hingga siang hari genangan air di bawah jembatan tol belum menunjukkan tanda-tanda surut meski kemacetan tidak separah pagi hari.

Sejumlah pengendara roda dua yang mengira genangan sudah surut malah terjebak banjir di bawah jembatan tol.

Seperti yang dialami seorang pengendara sepeda motor jenis matik pelat G. Mengira dangkal ia dengan tenang melintasi banjir. Belum sampai ujung lorong jembatan, mesin motornya ngadat.

Alhasil sambil menggendong tas ransel besar di punggung ia harus susah payah mendorong motor ke tempat aman.

Beda lagi dengan Heri Riyana (35) warga Banjardowo, Kecamatan Genuk. Mengetahui ada genangan air di Jalan Raya Kaligawe ia lebih memilih jalur lain menuju tempat kerjanya.

“Ya terpaksa menuju tempat kerja di Jalan Pemuda, saya memutar lewat Jalan Wolter Monginsidi, Arteri Soekarno Hatta, dr Cipto ke Kampung Kali dan Pemuda. Lebih jauh memang tapi daripada mogok kena banjir di Kaligawe,” papar dia.

Banjir makin meluas ke beberapa titik di wilayah Semarang seiring hujan deras kembali menguyur sore hari mulai sekitar pukul 16.00 WIB.

Sejumlah jalan protokol Semarang seperti kawasan Simpang Lima, Jalan Ahmad Yani air menggenang dengan kedalaman bervariasi. Bahkan di komplek Balai Kota Semarang, tepatnya area parkir Gedung DPRD juga tak luput dari genangan air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Iswar Aminudin meyatakan telah mengerahkan pompa penyedot air guna mengurangi genangan air di Kaligawe.

Baca juga: Pemilik Batik Keris Solo Meninggal di Singapura

“Kami kerahkan pompa-pompa portable milik pemerintah pusat dan pemerintah kota di titik-titik pembuangan. Mudah-mudahan hari ini cepat surut,” kata Iswar Aminuddin.

Menurut dia, banjir di bawah jembatan tok Kaligawe imbas meluapnya Sungai Sringin dan Sungai Tenggang.

Pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sudah sudah memasukkan kawasan itu dalam proyek pengendalian banjir Tenggang – Sringin.

“Kami sudah koordinasikan dengan BBWS, pompa sudah datang, sudah terpasang tapi sekarang lagi dibuat rumah pompanya sehingga belum operasional. Harapan dari BBWS awal Desember sudah dapat operasional,” beber dia.

Rencananya di aliran Sungai Tenggang akan dipasang 4 pompa dan 3 pompa di Sungai Sringin. “Di Tenggang satu pompa berkapasitas 10 meter kubik per detik,” ujarnya.

Iswar mengklaim banjir di Kaligawe saat ini tidak separah banjir tahun-tahun sebelumnya.

“Jika dibandingkan periode yang sama pada tahun kemarin, tahun ini alhamdulillah tidak terlalu parah. Ketinggian air berkisar 10 Cm, kalau dulu kan 50 sampai 60 cm. Tinggal sekarang bagaimana pompa BBWS yang jadi bagian dari pengendalian banjir Tenggang – Sringin dapat segera beroperasi,” tukas dia. (Joy/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*