Konstruksi Jembatan Kalikutho Selesai Ruas Tol Semarang-Batang Siap Beroperasi

Jembatan Kalikutho
Jembatan Kalikutho di ruas tol Semarang-Batang | Foto: twitter Official Jasa Marga @OFFICIAL_JSMR ‏/SonoraFM92

JoSS, SEMARANG – Pengerjaan konstruksi Jembatan Kalikutho di ruas tol Semarang-Batang telah selesai dikerjakan. Progres tersebut mencatatkan pencapaian pembangunan jalan bebas hambatan yang bakal beroperasi awal 2019 itu kini mencapai 93%.

Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani mengatakan konstruksi jembatan yang menjadi ikon ruas jalan tol sepanjang 75 kilometer (km) itu telah selesai.

Dia menambahkan pengerjaan struktur berat jembatan penghubung Kabupaten Batang dan Kendal yang sempat dibuka fungsional pada arus mudik dan balik Lebaran lalu tersebut telah selesai. Jembatan Kalikutho merupakan jembatan ikonik di sepanjang ruas tol Batang-Semarang.

“Tinggal finishing, seperti pemasangan pembatas, marka, dan pengaspalan,” kata Desi saat mengecek perkembangan pembangunan tol Semarang-Batang di Batang, Rabu (17/10) seperti dikutip dari Antara.

Secara umum, lanjut dia, pengerjaan ruas jalan utama tol Semarang-Batang telah mencapai 93 persen. Pembangunan konstruksi ruas tol sepanjang 75 kilometer ini ditarget selesai pada 30 November 2018.

Baca juga: Direvitalisasi, Stasiun Tugu Bakal Bisa Tampung 14.000 Penumpang

Dia menuturkan jalan tol ini akan menjalani uji kelayakan pada 1-20 Desember 2018 sebelum akhirnya diresmikan. Saat ini, kata dia, salah satu hal yang masih jadi perhatian yakni penuntasan masalah pembebasan lahan.

Jika pembebasan lahan tertunda, kata dia, dikhawatirkan akan berdampak pada target peresmian jalan tol. “Kalau masih ada satu bidang yang belum terbebas pun belum bisa dikerjakan,” tambahnya.

Desi menuturkan pengerjaan konstruksi jalan tol ruas Semarang-Batang yang rampung, antara lain lima titik simpang susun, 49 titik underbridge, 26 titik overpass, dan 10 titik underpass.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Semarang-Batang Arie Irianto mengaku saat ini masih menyisakan sedikit masalah pembebasan lahan. Kendati demikian, hal tersebut tidaklah krusial.

“Pembebasan lahan sudah mencapai 89 persen, kami targetkan akhir Oktober selesai. Di bagian main road, ada bangunan pengganti satu madrasah dan masjid yang belum jadi. Terus ada tambahan pembebasan untuk menambah lebar jalan,” terang Arie.

Beberapa fasilitas sosial dan fasilitas umum saat ini juga masih dalam proses penyelesaian, seperti tempat peristirahatan, penerangan, marka jalan, saluran air, dimana rencananya akan dikelola oleh kelompok usaha Jasa Marga lainnya, yakni PT Jasamarga Properti (JMP). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*