Bupati Turun Tangan Atasi Pembebasan Lahan Bandara Kulonprogo

kulonprogo
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo | Foto : google

JoSS, KULOPROGO JOGJA – Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo turun tangan atasi persoalah pembebasan lahan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang masih terkendala sejumlah warga yang enggan direlokasi.

Hasto menilai penolakan dari sejumlah warga ini terlalu berlarut-larut tanpa penyelesaian, untuk itu dia berharap persoalan pembebasan lahan bisa diselesaikan akhir bulan ini.

Dia menambahkan progres megaproyek itu sudah harus masuk ke tahap konstruksi fisik dan harus dikebut sesuai target operasional pada 2019.

“Segera dalam waktu dekat kita selesaikan biar tidak berlarut-larut dan pembangunan fisik bisa segera dilaksanakan,” katanya seusai peresmian Balai Pemberdayaan Masyarakat (BPM) untuk warga terdampak bandara bersama PT Angkasa Pura I di Palihan, Temon, Senin (16/7) sore.

Direktur PT AP I, Faik Fahmi menegaskan pihaknya berkomitmen untuk tetap menggandeng Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dalam penyelesaian masalah lahan tersebut.

Menurut dia, hal ini dilakukan karena persoalan pemindahan warga itu bukan hanya urusan AP I melainkan juga beberapa instansi terkait lainnya dan pihaknya akan melibatkan banyak stakeholder.

“Kami konsultasi dengan banyak pihak terkait, termasuk Komnas HAM dan Ombudsman kita libatkan, dalam seminggu terakhir semakin banyak desakan berbagai komponen masyarakat untuk percepatan realisasi pembangunan bandara internasional tersebut,” kata Faik.

Baca juga: Ketua DPRD Jateng : Peraturan Rest Area Tol Harus Ramah Ekonomi Rakyat

Sebelumnya, sejumlah pelaku ekonomi DIY yang tergabung dalam Komunitas Ekonomi Jogja Istimewa dan Masyarakat Peduli Bandara NYIA mendeklarasikan dukungan terhadap pembangunan bandara baru karena bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Ada beragam dampak positif yang bisa dirasakan masyarakat dengan keberadaan bandara Kulonprogo ini. “Oleh karena itu, kami memberikan dukungan agar pembangunan bandara bisa berjalan lancar,” kata salah satu inisiator deklarasi Indro Kimpling Suseno usai deklarasi di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, dampak positif yang bisa dirasakan masyarakat dengan keberadaan bandara baru di antaranya, meningkatnya kesejahteraan, membuka akses internasional bagi barang dan angkutan penumpang, menambah lapangan kerja baru, peluang usaha terbuka semakin luas, dan meningkatnya kunjungan wisata, akses perdagangan, serta pendidikan.

Oleh karena itu, lanjut dia, seluruh pelaku ekonomi di DIY tidak ingin tinggal diam tetapi memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan bandara sebagai sebuah bentuk kepedulian.

Ini adalah sejarah investasi terbesar yang pernah ada di DIY. Harapan kami, tidak ada lagi penolakan dari warga. Keberadaan bandara ini adalah untuk kepentingan lebih besar. “Apalagi, sudah ada lebih banyak warga yang merelakan tanahnya untuk pembangunan bandara,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*