Peringati Kemerdekaan Korea Utara Tak Pamerkan Rudal Balistik

rudal balistik
Kemeriahan Perayaan Hari Kemerdekaan ke - 70 Korea Utara | Foto : instagram

JoSS, KOREA UTARA – Perayaan Hari Kemerdekaan ke – 70 Korea Utara sisipkan pesan damai. Pada parade militer yang biasanya dijadikan ajang pamer kemampuan angkatan bersenjata, kali ini Kim Jong Un tidak menampilkan rudal balistik antar benua.

Setelah 21 tembakan penghormatan, puluhan infanteri berbaris melewati alun-alun Kim II Sung. Beberapa di antaranya menggunakan goggle night-vision dan peluncur granat. Kendaraan pengangkut tentara, peluncur roket, tank, dan pesawat tempur bergerak dalam formasi perayaan.

Pada satu momen, pesawat jet mengeluarkan buntut asap merah, putih, dan biru, seperti warna bendera Korea Utara. Puncaknya, senjata misil keluar. Namun hanya senjata anti-kapal Kumsong-3 dan senjata darat-udara Pongae-5 yang dipamerkan.

Tidak terlihat ada Hwasong-14 dan Hwasong-15 yang kemampuan serangannya bisa menjangkau daratan AS. Senjata yang sudah dites pada tahun lalu itu sempat mengubah keseimbangan strategi berbagai negara.

Sang pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menonton parade dari mimbar. Li Zhanshu, pemimpin Standing Committee of the National People’s Conggres atau badan legislatif tertinggi di China, duduk di sebelah Kim. Li merupakan utusan Presiden China Xi Jingping.

Baca juga : Denuklirisasi Konkret Korut Syarat Pencabutan Sanksi Ekonomi Internasional

“Sepertinya Korea Utara benar-benar mencoba mengurangi kebiasaan alami militer [dalam parade kemerdekaan],” kata Chad O’Caroll, Managing Director Korea Risk Group, diberitakan Reuters Minggu (9/9).

“Tidak ada penampilan ICBM, IRBM (Intermediate-range ballictic missiles), yang tidak selaras dengan ide komitmen Korea Utara untuk denuklirisasi. Jadi saya pikir itu akan bisa diterima dengan baik,” ucap O’Caroll.

Sebelumya sempat dikhawatirkan Korea Utara bakal memamerkan ICBM saat parade. Bila itu dilakukan diprediksi bakal mengganggu upaya damai dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Pada Juni lalu Kim sudah bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Singapura membicarakan denuklirisasi. Kemudian pada akhir bulan ini Kim akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk membahas perdamaian.

Menanggapi hak tersebut, Trump menyatakan salut kepada Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un karena menggelar pawai militer besar-besaran tanpa pameran adat rudal nuklir untuk merayakan ulang tahun ke-70 pada Minggu (9/9).

“Ini adalah pernyataan yang besar dan sangat positif dari Korea Utara. Terima kasih Kepada Ketua Kim. Kami berdua akan membuktikan bahwa semua orang salah,” ungkap Trump dalam cuitan di akun Twitternya, Minggu (9/9). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*