Sarkem Fest 2026: Mengubah Selasar Stasiun Yogyakarta Jadi Pusat Seni, Budaya, dan UMKM

Sarkem Fest 2026 resmi dibuka di Stasiun Yogyakarta hingga 31 Oktober. Nikmati bazar UMKM, pameran seni, hingga konser musik gratis di sini!
Suasana Sarkem Fest 2026 di Kota Yogyakarta. (FOTO: Pemkot Yogyakarta)
JOGJA, JOSS.CO.ID— Selasar sisi selatan Stasiun Yogyakarta kini menjelma menjadi ruang perjumpaan seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Gelaran Sarkem Fest 2026 membuat kawasan stasiun ini tampak lebih hidup. Acara ini berhasil memikat perhatian para wisatawan serta warga lokal.
Panitia meresmikan festival ini pada Sabtu (24/10/2026). Perhelatan ini akan berlangsung selama sepekan penuh hingga 31 Oktober 2026 mendatang.

Mengusung Tema Sejarah dan Perjalanan

Sarkem Fest 2026 hadir merayakan hari jadi Kota Yogyakarta. Acara ini sekaligus memperingati ulang tahun PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pada perhelatan tahun ini, panitia mengusung tema “Lintas Waktu Malioboro: Cerita Kereta, Rasa, dan Karya”.
Panitia memilih tema tersebut untuk mengangkat kisah kawasan stasiun. Tempat ini memang lekat dengan sejarah perjalanan dan dinamika kehidupan Kota Yogyakarta.

Daya Tarik Utama Sarkem Fest 2026

Pengunjung selasar selatan Stasiun Yogyakarta dapat menikmati pelbagai sajian acara menarik:
  • Bazar UMKM Lokal: Sekitar 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memamerkan deretan produk kuliner khas hingga kerajinan tangan.
  • Pameran & Live Painting: Seniman lokal menampilkan karya seni rupa memukau dan melangsungkan aksi melukis secara langsung.
  • Pertunjukan Musik Multi-Genre: Panggung hiburan menyuguhkan alunan musik beragam, mulai dari keroncong, etnik, hingga musik jazz.
  • Peragaan Busana (Fashion Show): Perancang menampilkan karya busana kreatif yang memadukan unsur modern dan tradisional.

Ruang Publik Baru bagi Warga dan Wisatawan

Pemanfaatan selasar stasiun memberi cara baru bagi masyarakat dalam menikmati sudut kota. Di tengah padatnya mobilitas penumpang, festival ini merangkai cerita perjalanan kereta dan kreativitas warga.
Penyelenggara mengarapkan festival ini menjadi sarana efektif bagi para pelaku usaha. Seniman lokal juga dapat memperkenalkan karya mereka kepada khalayak luas.
Lewat festival sepekan ini, kawasan stasiun tak lagi sekadar tempat transit penumpang. Stasiun kini tumbuh menjadi ruang interaksi budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif di Yogyakarta.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*