Dalem Joyokusuman Bakal Dijadikan Pusat Kegiatan Seni Tradisional

Dalem Joyokusuman | Foto: google

JoSS, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tengah menggodok pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk mengelola Dalem Joyokusuman yang akan menjadi pusat kegiatan seni tradisional.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan pembentukan BLUD diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan sekaligus perawatan kompleks bangunan Dalem Joyokusuman. Penataan Dalem Joyokusuman yang berlokasi di Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, kini memasuki tahap ketiga yang menyasar ruang seni budaya dan taman parkir.

“Paling tidak sepekan sekali harus ditengok supaya tidak kelihatan kotor. Aset ini sangat luar biasa untuk dimanfaatkan masyarakat. Perawatan sementara menggunakan APBD. Kalau BLUD sudah terbentuk, Dalem Joyokusuman bisa menghidupi dirinya sendiri. Langkah awal, paling tidak ada penawaran untuk disewa masyarakat, bisa lewat media sosial,” kata dia, belum lama ini.

Dikutip dari Solopos, Rudy, sapaan akrabnya, mengatakan bangunan yang nantinya diberi nama Joyokusuman Cultural Centre itu tak hanya bisa dimanfaatkan untuk pusat kegiatan seni tradisional, tapi juga destinasi wisata dan homestay.

Baca juga: Wisata Roro Mendut Pengunjung Bisa Selfie Menggunakan Kostum Kebudayaan

Wisatawan bisa menginap di homestay yang tersedia, belajar seni tradisional seperti karawitan, sekaligus menikmati bangunan cagar budaya itu. Rudy menyebut BLUD Dalem Joyokusuman bakal menjadi satu dengan pengelolaan Taman Balekambang Solo.

Sejak kepemilikan Dalem Joyokusuman diserahkan Kejaksaan Agung (Kejakgung) kepada Pemkot pada 2016, hingga kini pemeliharaan bangunan kuno tersebut baru sebatas perawatan rutin.

Pemkot hanya mengalokasikan anggaran gaji bagi dua tenaga kontrak dengan perjanjian kerja (TKPK), yang ditugaskan menjaga kebersihan dan keamanan Dalem Joyokusuman.

“BLUD enggak bersifat profit, beda kalau pengelolaan diserahkan ke swasta. Pemanfaatan untuk publik harus lebih besar. BLUD nanti berada di bawah Dinas Pariwisata. Kalau sekarang belum diserahkan karena masih revitalisasi di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR),” papar Rudy.

Sekretaris Daerah Solo, Ahyani menjelaskan kajian pembentukan BLUD ditarget selesai dan beroperasi pada tahun depan. Ia menyebut pengelolaan Dalem Joyokusuman bakal meniru Taman Balekambang.

“Pemerintah hanya memfasilitasi, pelakunya dari masyarakat. Ada ketoprak, dan sebagainya. Kalau di sini nanti bisa sanggar-sanggar. Kami punya ratusan sanggar yang aktif,” ucap Ahyani. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*