JoSS, JOGJA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menginginkan setiap hari Selasa Wage diadakan pentas seni budaya dan pameran produk lokal untuk mengisi kekosongan di semi pedestrian jalan Malioboro, Jogja.
Seperti diketahui, Pemkot Jogja dan Pemda DIY memutuskan menguji coba semi Pedestrian Malioboro bebas kendaraan bermotor setiap Selasa Wage. Uji cobanya berbarengan dengan diliburkannya PKL di Malioboro.
Karena tak ada aktivitas PKL dan kendaraan bermotor tak boleh melintas, Sultan ingin kekosongan semi Pedestrian Malioboro diisi dengan pentas kesenian dan budaya yang rutin digelar selapan atau 35 hari sekali tiap Selasa Wage.
“Tiap selapan (35 hari) pada Selasa Wage tidak ada PKL yang jualan, kami coba selalu ngisi aktivitas (biar) tidak sekedar kosong. Tapi bagaimana juga ada aktivitas seni budaya, tidak hanya orang menari, tapi mungkin pameran,” kata Sultan, Selasa (18/6) disela kunjungan ujicoba semi pedestrian jalan Malioboro.
Dia menuturkan dari masing-masing desa budaya bisa tampil, sehingga Selasa Wage pada semi Pedestrian Malioboro) itu ada performance bahwa Yogya ini setiap hari ada aktivitas budaya.
Baca juga: Jogja Kembangkan 7 Destinasi Wisata
Dengan adanya pentas seni dan budaya tiap Selasa Wage, Sultan berharap keramaian di semi Pedestrian Malioboro tidak hanya di weekend saja. Namun di hari-hari kerja seperti Selasa Wage semi Pedestrian Malioboro juga tetap ramai pengunjung.
“Kalau itu nanti (pentas kesenian dan budaya) bisa jalan, ya mungkin ramainya Yogya tidak hanya weekend, gitu loh. Setiap 35 hari ya ada aktivitas budaya sepanjang dari Teteg Sepur Yogyakarta sampai Titik Nol Km,” ungkap Sultan.
Sementara itu, terkait ketersediaan kantong parkir, Sultan menilai masih minim. “Ini kan uji coba (semi Pedestrian Malioboro bebas kendaraan bermotor), jelas untuk tempat parkir itu pasti kurang, itu jelas. Tapi kan ada waktu, dalam arti evaluasi ini juga memerlukan waktu,” ujarnya seperti dikutip dari HarianJogja.
Selain itu, Sultan juga menyoroti masih diperbolehkannya kendaraan pribadi melewati Jalan Malioboro dari Kantor DPRD DIY sampai Coklat Monggo Yogyakarta. Meski kemudian kendaraan pribadi itu diharuskan keluar lewat Jalan Dagen ke barat. (lna)

Leave a Reply