JoSS, SEMARANG – Pemprov Jateng terus berupaya mengembangkan kawasan Candi Borobudur sebagai tujuan utama wisatawan baik lokal maupun mancanegara guna mencapai target sebagai satu dari 10 daerah destinasi wisata ‘Bali Baru’
Bali baru merupakan program dari Kementerian Pariwisata untuk memberikan penekanan kepada masing-masing daerah yang masuk dalam 10 destinasi wisata untuk meningkatkan performa sebagaimana Bali yang mampu mendatangkan 4 juta wisatawan mancanegara dalam setahun.
10 Destinasi wisata yang terpilih dalam program Bali Baru memiliki karakteristik dan keunikan yang berbeda yang tidak kalah dengan destinasi wisata yang ada di Pulau Dewata, Candi Borobudur menjadi salah satunya.
Untuk mewujudkan hal itu, Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinporapar Jateng, Prambudi, mengatakan, diperlukan peran serta dari semua pihak, tidak hanya pemerintah. Menurutnya, destinasi wisata di Provinsi Jateng sudah terbilang komplet, terdapat destinasi wisata alam, buatan, juga budaya.
Prambudi menyatakan bahwa Candi Borobudur masuk dalam destinasi pariwisata nasional (DPN) dari pemerintah pusat untuk menarik wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang pada 2020.
Baca juga: Kawasan Borobudur-Jogja-Prambanan Jadi Poros Wisata
Pembangunan pariwisata merupakan prioritas ke-3 di Jawa Tengah. “Memang kalau kita bicara pariwisata ada 3A yang harus dikembangkan, yaitu aksesibilitas, aminitas dan atraksi,” kartanya pada diskusi yang diadakan Forum Wartawan Provinsi Jawa Tengah (FWPJT) tentang Menyulap Borobudur Jadi Bali Baru di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (31/7).
Prambudi mengemukakan, sampai dengan 2018 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 677.168 orang turun dibanding 2017 yang mencapai 781.107 orang. Sementara, sampai akhir 2020 diharapkan bisa tercapai 1,2 juta wisatawan mancanegara.
Sementara itu, Direktur Destinasi Pariwisata Badan Otoritas Borobudur, Agustin Peranginangin, berharap pembangunan infrastruktur sekarang ini bisa mendongkrak jumlah wisatawan ke Candi Borobudur.
“Kami dari Kemenpar juga intens menggalakkan fam trip untuk Borobudur dan sekitarnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kami promosikan ke negara-negara yang memang sesuai dengan karakteristik kita. Kita harapkan, ini bisa mempercepat program Bali baru,” kata Agustin.
Menurut Agustin, wisatawan mancanegara datang tidak hanya untuk melihat candi, tapi juga kekayaan budaya di sekitar Candi Borobudur. “Karena itu, dibutuhkan dukungan dari masyarakat dan keberanian investasi dari pihak swasta. Yang paling penting adalah jangan ada yang negatif terkait destinasi wisata,” ujarnya. (lna)

Leave a Reply