Airin: Zonasi Hendaknya Dikombinasikan Dengan Nilai Prestasi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Apeksi Airin Rachmi Diany | Foto: infopublik.id

JoSS, SEMARANG – Polemik terkait penerapan kebijakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online SMA/SMK di Tanah Air menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Semarang.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Apeksi Airin Rachmi Diany mengatakan pihaknya telah merekomendasikan agar dilakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan PPDB dengan sistem zonasi. Hal itu terkait banyaknya pengaduan dan keluhan dari masyarakat.

Dia menilai, persoalan zonasi tidak semata berkaitan dengan jarak, namun juga harus dikombinasikan dengan nilai, prestasi dan kuota.

“Pemerintah kota bukannya menolak sistem zonasi, namun harus dikombinasikan dengan nilai, prestasi dan lainnya,” kata Wali Kota Tangerang Selatan ini, usai penutupan Rakernas Apeksi di Semarang, Kamis (4/7).

Airin menambahkan, penyiapan regulasi PPDB sistem zonasi ini berkaitan pula dengan kesiapan daerah dalam menyediakan infrastruktur. “Sistem zonasi ini sebenarnya mendorong pemerintah daerah untuk mempersiapkan infrastruktur pendidikan,” katanya.

Baca juga: Terbukti Mengakali Sistem Zonasi 96 Peserta PPDB Online SMA Dicoret

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menilai, rekomendasi mengenai PPDB yang akan disampaikan ke pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional diharapkan bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk penerimaan siswa yang lebih baik ke depannya.

”Soal zonasi memang sudah jadi kewenangan pusat ya kita jalankan dengan baik. Tapi mungkin menteri lupa kalau masyarakatnya ini komplainnya kepada wali kota jadi harapan kami semua mudah-mudahan bisa ditanggapi dengan cepat agar tidak terjadi masalah lagi,” papar Hendi, seperti dikutip dari Suaramerdeka.com.

Rakernas Apeksi di Semarang telah usai dengan sejumlah rekomendasi yang akan diajukan ke pemerintah pusat, seperti postur anggaran, pegawai kontrak, dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan lainnya termasuk juga dana kelurahan.

Selanjutnya, Tangerang Selatan diputuskan akan menjadi tuan rumah pada kegiatan APEKSI tahun 2020 dan diharapkan bisa meniru kesuksesan Kota Semarang dalam penyelenggaraannya saat ini. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*