Novelis NH Dini Berpulang Begini Penjelasan RS Elisabeth Semarang

NH Dini
H Dini atau yang bernama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin Novelis kenamaan asli Semarang menghembuskan nafas terakhirnya Selasa (4/12) sekira pukul 16.30 WIB | Foto: thejakartapost

JoSS, SEMARANG – Dunia sastra Tanah Air berduka. NH Dini atau yang bernama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin menghembuskan nafas terakhirnya Selasa (4/12) sekira pukul 16.30 WIB. Novelis kenamaan asli Semarang ini meninggal dunia setelah dirawat di RS St Elisabeth paska kecelakaan lalu lintas yang dialaminya.

Humas RS Elisabeth, Probowatie membenarkan kabar meninggalnya NH Dini. “Saat masuk kondisinya lemah, beliau mengalami luka-luka, terutama di kepala setelah kecelakaan di tanjakan tol Tembalang, Selasa (4/12) siang,” katanya.

Probowatie menjelaskan NH Dini sempat dirawat beberapa saat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Elizabeth. “Sempat dilakukan MR atau observasi tim medis untuk melakukan pertolongan bagi beliau,” ujar dia. Namun Tuhan berkehendak lain. Di tengah proses pertolongan tim dokter, peraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand itu akhirnya meninggal dunia.

“Beliau mengalami sesak napas lalu tidak ada (meninggal) saat itu juga,” jelasnya.

Probowatie mengaku tidak menyangka jika kepergian NH Dini secepat itu. Sebab ia sempat mendampingi di ruang IGD. Setelah mengecek secara visual ia berbincang dengan sejumlah kerabat NH Dini yang ikut menunggui.

Baca juga: Terowongan Ijo Titik Krusial Pembangunan Double Track Kutoarjo-Kroya

“Saya kenal baik dengan saudara beliau dan sempat mengobrol dengan mereka. Makanya, saya kaget saat mendapat kabar kalau beliau meninggal jam 16.30 tadi,” beber dia.

NH Dini tutup mata di usia 82 tahun. Saat ini jenazah novelis tengah dalam proses perawatan dan akan dibawa ke Panti Harapan Asri di Pedalangan, Banyumanik, Semarang.  NH Dini menulis sejumlah karya yang cukup fenomenal seperti Pada Sebuah Kapal, La Barka, Namaku Hiroko, Orang-orang Tran, Pertemuan Dua Hati dan Hati Yang Damai.

“Anaknya kan di Perancis kayaknya. Informasi yang saya dapat jenazah beliau dibawa ke Panti Harapan Asri Pedalangan Banyumanik,” tukas Prabowatie. (Joy/ lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*