31 Pekerja Dibunuh, Proyek Pembangunan Jembatan Trans Papua Dihentikan

JoSS, WAMENA – Pemerintah menghentikan sementara proyek pembangunan jembatan Trans Papua untuk ruas jalan Wamena sampai Mumugu Papua menyusul indisen penyerangan terhadap 31 pekerja oleh kelompok kriminal bersenjata pada Minggu (2/12).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimujono mengatakan proyek tersebut dihentikan sementara sambil menunggu rekomendasi dari pihak TNI dan Polri guna memperhatikan keselamatan pekerja.

Hal tersebut disampaikannya dalam jumpa pers terkait pembunuhan puluhan pekerja proyek jembatan di dua titik, yakni Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua.

“Seluruh pekerjaan pembangunan jembatan segmen 5 dari ruas Wamena, Haberna, Kenyam dan Mumugu dihentikan untuk sementara waktu,” ujar Basuki di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12).

Lebih lanjut, ia mengatakan, PT Istaka Karya yang mengerjakan proyek pembangunan Trans Papua pun telah melakukan sosialisasi dengan baik kepada masyarakat di ruas pembangunan jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

Selain itu, Basuki menyatakan masyarakat yang tinggal di jalur Trans Papua sangat antusias terhadap pembangunan jembatan yang sedang dikerjakan Kementerian PUPR itu.

Kementerian PUPR sendiri sedang menyelesaikan konektifitas di tanah Papua dengan membangun 35 jembatan di jalur Trans Papua untuk menyalurkan logistik yang ada di daerah tersebut.

Baca juga: Terkenal Hingga Ke Mancanegara, Ini Desainer Top Penyandang Disabilitas   

Basuki mengatakan pihaknya bekerjasama dengan PT Istaka Karya dan PT Brantas Abipraya untuk membangun 35 jembatan di jalur Trans Papua.

Sebanyak 11 jembatan dikerjakan PT Istaka Karya, sedangkan 25 jembatan dikerjakan PT Brantas Abipraya.

Terkait sampai kapan penghentian sementara proyek pembangunan jembatan, Kementerian PUPR belum bisa memastikannya.

“Saya menunggu rekomendasi dari kodam dan kepolisian sebagai penanggung jawab [keamanan] di sana,” ucap Basuki.

Sebelumnya, kepolisian menerima informasi ada pembunuhan pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aura, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga pada 2 Desember 2018 sekitar Pukul 15.30 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal mengatakan dua camp pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua ini diserbu KKB.

Menurut informasi dari masyarakat dan pihak PT Istaka Karya, korban tewas sebanyak 31 orang. Pada 1 Desember 2018, sebanyak 24 orang, sedangkan pada 2 Desember sebanyak 7 orang.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan TNI dan berusaha menuju lokasi kejadian. Namun, personel TNI-Polri belum dapat masuk ke lokasi karena akses jalannya diblokir oleh KKB, pada Senin (3/12) jelang magrib.

“Anggota kami belum sampai ke TKP, jalan menuju TKP di blokir,” tutur Kamal. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*