Ganjar: Asrama Haji Donohudan Siap Tampung Pengungsi Sulteng

pengungsi
Ganjar Pranowo bertemu dengan perwakilan mahasiswa asal Palu di Semarang. Pemprov dan masyarakat Jateng siap mengirimkan bantuan kemanusiaan ke lokasi bencana di Sulteng, 6 Oktober, via jalur laut | Foto: joss.co.id/joy

JoSS, SEMARANG – Pemprov Jateng menyiapkan sejumlah tempat yang bisa dijadikan untuk menampung pengungsi korban bencana alam di Sulawesi Tengah (Sulteng) asal Jawa Tengah. Asrama Haji Donohudan di Solo salah satu pilihannya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan bersama masyarakat Jateng, pemprov juga siap memberikan bantuan kemanusian ke masyarakat Palu, Sigi, Donggala yang jadi korban gempa dan tsunami.

Dia menambahkan, sejumlah tempat di wilayah Jawa Tengah bisa dimanfaatkan untuk menampung pengungsi. “Jika ada orang Jawa Tengah yang kembali, pasti akan kami tampung, akan kami openi (rawat) karena itu rakyat kita. Akan kami bantu dengan kondisi kedaruratan yang ada,” tutur Ganjar di Semarang, Kamis (4/10).

Ganjar mengatakan asrama haji Donohudan di Solo dapat menjadi pilihan tempat penampungan jika memang jumlah pengungsi banyak. Pengalaman penanganan bencana di Yogyakarta dan Klaten pada tahun 2006 bisa menjadi rujukan pihaknya.

“Jika pengungsi cukup banyak, bisa kami tempatkan di Donohudan Solo. Kami pernah lakukan itu, namun saya kira tidak akan sebanyak itu,” ujar dia.

Alternatif lain adalah mencarikan tempat penampungan di dekat wilayah pengungsi Sulteng berasal. “Nanti bisa kami carikan tempat di Kabupaten mana yang dekat dengan keluarganya, biar ayem (tenang). Intinya kami siap, kami banyak gedung yang dapat digunakan untuk menampung pengungsi,” tegasnya.

Selain siap menampung pengungsi, Ganjar juga mengaku pihaknya bersama elemen masyarakat Jawa Tengah siap mengirimkan tenaga dan bantuan logistik, termasuk mengirimkan bantuan Rp1 miliar untuk para korban di Palu, Sigi dan Donggala.

“Kemarin saat bencana di Lombok Pemprov Jateng bantu Rp 1 miliar dan untuk Palu kami juga akan kirim bantuan Rp 1 miliar dari APBD. Ini harus saya omongkan karena ini uangnya rakyat,” jelas dia.

Baca juga: Exit Tol Ngaliyan Semarang Butuh 385 Bidang Tanah

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menambahkan, Pemprov Jateng akan segera melakukan tindak lanjut untuk membantu daerah yang ditimpa bencana. Sejumlah stakeholder terkait telah dikoordinasikan untuk merealisasikan pengiriman bantuan ke Sulteng.

“Alhamdulillah kami koordinasi dengan BPBD, Kopri dan PMI dan Dinas Kesehatan insya Allah nanti tanggal 6 Oktober ini kami akan mengirimkan logistik ke Palu,” tutur dia.

Pemilihan 6 Oktober sudah melalui pertimbangan situasi yang terjadi saat ini. Di lokasi bencana masih terjadi banyak kendala lantaran akses untuk transportasi belum memungkinkan.

“Kami tidak percepat karena transportasinya udara belum bisa, darat pun masih banyak jalan yang putus sehingga perlu dilakukan koordinasi, termasuk koordinasi Dinas Perhubungan baik di Palu maupun Donggala,” terang Yasin

Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana mengatakan telah menyiapkan personel, sarana prasarana dan bantuan untuk diberangkatkan ke Palu. “Berangkat tanggal 6 Oktober dari Semarang pakai kapal, transit Surabaya dulu tanggal 7 baru ke sana (Palu),” kata dia.

Pengiriman bantuan via laut karena jalur udara masih lumpuh. Personel utama yang berangkat sekitar 60 orang. Terdiri dari perwakilan BPBD kabupaten/kota se-Jateng, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PMI, dan unsur lainnya. Bantuan yang akan diberikan, utamanya adalah logistik, air bersih dan obat-obatan

“Rencana kami buka dapur umum di sana, bawa truk tanki, logistik juga. Mungkin rencana awal seminggu di sana, tergantung situasi. Dinas Kesehatan menyertakan tim medis, Dinas Sosial psikososial, dari BUMN, BUMD nanti akan bergabung mengeksekusi itu,” tukas dia. (joy/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*