Empat Gempa Beruntun Guncang NTT, Ini Penyebabnya

empat gempa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam akun twitternya mencatat ada gempa di NTT Mag:5.9, pada 2 Oktober pukul 11:49:31 WIB berlokasi di 10.54 LS,120.16 BT (65 km Barat Daya Sumba Timur-NTT), dengan kedalaman 10 Km dan tidak berpotensi tsunami | Foto : twitter @infoBMKG

JoSS, JAKARTA – Sebanyak empat gempa bumi secara beruntun mengguncang Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pagi ini, Selasa (2/10).

Gempa pertama dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 06.12 WIB dengan kekuatan 5,2 pada skala Richter (SR), 66 kilometer sebelah barat daya Sumba Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.

Sedangkan, tiga gempa berikutnya terjadi dalam hitungan menit dengan kekuatan antara 5,3 SR hingga 6,3 SR. Gempa terkini berlangsung pada pukul 07.16 WIB dengan kekuatan 6,3 SR di lokasi yang sama.

Keempat gempa tersebut, sebagaimana dilaporkan BMKG, tidak berpotensi tsunami, menurut BMKG dan sejumlah sumber media lainnya.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengonfirmasi bahwa dampak gempa terasa kuat selama 3-5 detik.

“Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah dan bangunan. Siswa SD panik dan menangis, para guru meminta orang tua siswa untuk menjemput mereka,” katanya.

Menurut Sutopo belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan. Adapun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pemantauan dan pendataan.

Indonesia menjadi negara yang rawan terhadap gempa, karena kondisi geografis dan beberapa faktor lain yang memicu terjadinya gempa.

Seperti yang sudah kita ketahui, Jumat lalu (28/10) terjadi gempa bumi di daerah Donggala, Palu. Gempa bumi yang terjadi sampai menimbulkan tsunami. Selain gempa di Palu, sebelumnya terjadi gempa bumi yang terjadi di Lombok. Gempa di Lombok terjadi berulang kali yang menimbulkan banyak kerusakan dan korban jiwa.

Sebelum gempa Lombok, gempa juga terjadi di Pulau Jawa dan Sumatera. Dilansir dari bnpb.go.id, gempa bumi merupakan getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung berapi atau runtuhan batuan.

Baca juga : Ribuan Korban Gempa di Palu dan Donggala Masih Tertimbun Reruntuhan Bangunan

Berikut empat alasan yang menyebabkan daerah di Indonesia sering terjadi gempa:

Pertama Letak geografis, Dilansir dari worldatlas.com, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera. Hal ini memang menyebabkan Indonesia sebagai tempat strategis untuk perdagangan dan menjalin antar negara.

Kedua adalah adanya pergerakan lempeng, Indonesia terletak di antara lempeng Australia, lempeng Eurasia dan lempeng pasifik. Salah satu penyebab terjadinya gempa adalah pergerakan lempeng bumi. Pergerakan lempeng ini menghasilkan tekanan yang berujung pada terjadinya gempa. Besar kecilnya gempa tergantung pada besar tekanan yang terjadi karena pergerakan lempeng ini.

Ketiga Indonesia termasuk dalam cincin api pasifik, yang tidak lain gugusan gunung berapi di dunia. Indonesia berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh cincin api Pasifik.

Kondisi geografis ini menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang rawan letusan gunung berapi, gempa dan tsunami.

Cincin api pasifik atau lingakaran api pasifik alias ring of fire adalah daerah yang sering terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan api pasifik.

Keempat Indonesia tercinta kita ini ada fenomena unik yang terjadi. Yaitu meletusnya tiga gunung berapi secara bersamaan. Gunung meletus ini di antaranya, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Raung di Jawa Timur dan Gunung Gamalama di Ternate.

Kemungkinan yang menjadi penyebab hal ini adalah reaksi yang berantai yang terjadi di dapur magma. Jika dilihat dari peta cincin berapi pasifik, kita bisa mengetahui bahwa hampir seluruh wilayah di Indonesia berada tepat di atas dapur magma. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*