32 Tahun KIW Terus Berkomitmen Kembangkan Kawasan Industri Brebes dan Batang

Foto: kiw.co.id

JoSS, SEMARANG – Direktur Operasional PT KIW, Ahmad Fauzie Nur menyatakan memasuki usia ke-32, KIW tetap berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pemulihan ekonomi nasional dengan menjalankan penugasan pemerintah membangun dan mengembangkan Kawasan Industri Brebes, sesuai Perpres 79 tahun 2019 dan Kawasan Industri Terpadu Batang.

“Ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo, tanggal 30 Juni 2020,” katanya dalam keterangan tertulisnya.

PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) merupakan perusahaan BUMN saham milik Negara, yang mempunyai core business membangun dan mengelola kawasan industri layak berada di garda paling depan memanaskan sekaligus menggerakkan perekonomian melalui kawasan industri.

Kawasan industri di Indonesia diandalkan sebagai salah satu cara paling efektif untuk menyediakan lapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian dan persaingan pasar.

Diketahui, pengembangan bisnis yang saat ini sedang dilakukan KIW adalah mendapat penugasan untuk menjadi pengembang dan pengelola Kawasan Industri Baru (KIB). Tidak tanggung-tanggung dapat penugasan di dua tempat, yaitu Kawasan Industri Brebes dan Kawasan Industri Terpadu Batang.

Berdasar Perpres Nomor 79 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang.

Dibukanya kawasan industri terpadu tersebut diharapkan dapat menarik investasi dari 119 perusahaan yang berencana merelokasi pabrik dari China.

“Kenapa dibuka kawasan industri di Batang ini? Satu saja jawabannya, ingin membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya, cipta lapangan kerja. Pertimbangan ini masuk akal, untuk menarik industri-industri yang akan relokasi dari Tiongkok (China) ke Indonesia, baik itu investor Jepang, Korea, Taiwan, Amerika, atau dari negara manapun,” imbuhnya.

Ahmad Fauzie Nur menambahkan, paling tidak ada tiga aspek yang harus diperhatikan agar investor baik luar negeri maupun dalam negeri tertarik. Untuk menarik investor menanamkan investasinya, paling tidak ada tiga komponen yang harus diperhatikan.

Yaitu pertama, harga lahan yang murah atau kompetitif, kedua, perijinan yang cepat, murah mudah dan pasti, ketiga, pelayanan yang prima.

Baca juga: Kawasan Industri Brebes Siap Terima Relokasi 27 Pabrik AS dari China ke Indonesia

Dalam hal menarik investor yang relokasi dari Tiongkok ke Asia Tenggara, Indonesia bersaing dengan Vietnam, Thailand, Kamboja, dan Filipina.

Untuk Kawasan Industri Brebes, Fauzi menjelaskan, progress tetap berjalan, bahkan master plan tinggal finalisasi dan paparan ke kementerian BUMN, feasibility study atau FS finalisasi, Amdal masih proses melengkapi dokumen kerangka acuan serta Amdalalin sedang berproses. Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes berjalan lancar dan sangat intens.

Sedangkan untuk Kawasan Industri Terpadu Batang, saat ini progress-nya pembentukan konsorsium pengelola kawasan industri, tiga Perusahaan BUMN, masing-masing PT Pembangunan Perumahan (PP), PT  KIW dan PT Perkebunan Nasional (PTPN) IX dan juga Pemerintah Kabupaten Batang.

Masing-masing jalan sesuai core bisnisnya, PT PP menangani infrastruktur, KIW mengelola kawasan indsustri dan PTPR IX menyediakan lahan. Ini semua didukung oleh para pihak terutama kementrian, lembaga dan BUMN.

Fauzie optimis bahwa hadirnya kawasan industri baru ini diharapkan akan menjadi engine of growth perekonomian Indonesia yang sempat lesu akibat pandemi covid-19, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia

Sementara itu Direktur Utama PT KIW, Rachmadi Nugroho menegaskan bahwa usia 32 tahun pada tanggal 7 Oktober 2020, KIW tetap berkomitmen untuk ikut ambil bagian membangun negeri lewat kawasan industri.

Rachmadi Nugroho, menegaskan bahwa seluruh aktifitas dan proses pembangunan tetap memperhatikan protokol covid-19. “KIW tetap terus mendukung program-program pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian sekaligus fokus pada pemulihan kesehatan masyarakat akibat pandemic”, ujar Rachmadi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*