Warga Abaikan Imbauan Social Distancing, Duterte Ancam Lakukan Darurat Militer

Presiden Filipina Rodrigo Duterte | Foto: pcoo.gov.ph

JoSS, MANILA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memberlakukan darurat militer sebagai upaya menekan penyebaran virus corona. Langkah tersebut dilakukan setelah Duterte merasa geram masih banyak orang yang mengabaikan anjuran menjaga jarak sosial.

Berdasarkan laporan John Hopkins University, Filipina menduduki peringkat ke dua di Asean Setelah Indonesia, dalam kasus covid-19. Hingga Jumat (17/4) dilaporkan jumlah kasus positif virus corona mencapai 5.878 kasus, dengan kematian sebanyak 387 orang dan 487 pasien dinyatakan sembuh.

Duterte dalam pidatonya pada Kamis (16/4) malam, berencana memerintahkan militer dan polisi untuk menindak tegas orang yang masih beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, militer dan polisi juga akan menindak warga yang tidak mematuhi aturan jam malam.

“Saya hanya meminta Anda disiplin. Jika Anda tidak mau, militer dan polisi akan mengambil alih. Saya memerintahkan polisi dan militer untuk menegakkan jarak sosial dan jam malam,” ujar Duterte dalam pidatonya, seperti dikutip dari Associated Press.

Dia menegaskan militer dan polisi akan turun tangan jika sebelum 30 April semakin banyak pelanggaran selama diberlakukan penguncian wilayah (lockdown).

“Aturan ini berlaku seperti darurat militer. Negara terpaksa melakukan ini karena Anda tidak menunjukkan disiplin,” ujarnya, dilansir dari CNNIndonesia.

Baca juga: Jumlah Kasus Virus Corona di Indonesia Kini Tertinggi di ASEAN

Sejak bulan lalu polisi mengatakan telah menangkap sekitar 120 ribu orang yang melanggar protokol karantina. Diantara warga yang ditangkap termasuk orang-orang yang menyaksikan adu ayam dan pesta miras.

Duterte mengatakan terpaksa mengeluarkan peringatan tegas bagi warga setelah mendapat kabar bahwa beberapa distrik di Manila mulai mengadakan pertandingan tinju dan adu ayam.

Selain itu ia juga mendapat laporan jika warga mulai menggelar pesta minuman keras di sepanjang jalan di sekitar pemukiman warga.

Ia juga mengatakan banyak melihat orang yang beraktivitas di pasar dan kemacetan di sepanjang jalan utama.

Walikota Manila Isko Moreno memutuskan untuk menutup perbatasan dengan sebuah distrik selama 24 jam setelah muncul video di Facebook yang menunjukkan sekitar 100 warga berdesakan menyaksikan pertandingan tinju.

Selain itu warga di distrik lain di Manila juga mengabaikan aturan menjaga jarak dengan berkerumun di pasar. Banyak dari mereka yang berada di pasar tidak mengenakan masker.

Dilansir dari Strait Times, ribuan pengendara mobil juga mulai berjalan-jalan bukan sekedar untuk membeli kebutuhan pokok atau keadaan darurat di Manila.

Pekan lalu Duterte memutuskan untuk memperpanjang lockdown selama sebulan di Pulau Luzon hingga akhir April. Keputusan tersebut dilakukan setelah kasus virus corona terus menyebar hingga ke seluruh wilayah di Filipina. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*