Tak Hanya di Jalan Tol, Belasan Titik Non Tol Perbatasan Jabar-Jateng-Jatim Dijaga Ketat

Foto: korlantas.polri.go.id

JoSS, SURABAYA – Menindaklanjuti kebijakan larangan mudik oleh Presiden Joko Widodo terkait pencegahan penyebaran virus corona, Pemprov Jatim dan Jateng menjaga ketat belasan titik jalur non tol yang merupakan perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di Jatim, sedikitnya 9 jalur mudik atau pintu masuk wilayah Jatim dengan menyiagakan sejumlah petugas gabungan baik dari Dinas Perhubungan, TNI/Polri.

Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono mengatakan setelah diumumkan larangan mudik oleh Presiden Joko Widodo, pihaknya menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kedatangan pemudik yang nekad pergi di tengah wabah Covid-19.

“Sesuai perintah Kakorlantas Mabes Polri, penjagaan akan dilakukan di 9 titik jalur mudik dengan skema penyekatan yang akan dilakukan oleh jajaran Ditlantas Polda Jatim, dan juga melibatkan TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan sejumlah OPD Jatim lainnya,” katanya, belum lama ini.

Adapun 9 titik yang dijaga ketat yakni jalur Rembang-Tuban, Cepu-Bojonegoro, Sragen-Ngawi, Magetan-Karangaanyar, Wognogiri-Ponorogo, Jogja-Pacitan-Solo, Banyuwangi, hingga di beberapa pintu tol.

Dalam kegiatan penyekatan atau pembatasan di jalur mudik tersebut akan dilakukan pengecekan kesehatan seperti suhu tubuh dan sosial distancing. Bila pengemudi kendaraan tidak sesuai dengan SOP dalam pencegahan Covid-19, maka pengemudik diminta untuk kembali alias dilarang masuk wilayah Jatim.

Nyono mengatakan penyekatan 9 jalur mudik itu telah diberlakukan sejak Jumat (24/4) – 31 Mei 2020. Selain itu, lanjutnya, Dishub Jatim juga akan melakukan penyisiran di jalur-jalur alternatif dari provinsi lain ke Jatim untuk juga dilakukan penyekatan.

“Hal ini ntuk mengantisipasi pemudik yang nekad melalui jalur alternatif sehingga menyebabkan penumpukan orang dan kendaraan,” ujarnya.

Baca juga: Dalam 5 Jam, 1.181 Kendaraan Diminta Putar Balik Kembali Ke Jabodetabek

Sementara itu Di Jateng, Polda setempat melakukan penyekatan di ruas tol wilayah perbatasan provinsi ini dengan Jawa Barat untuk mengantisipasi masuknya kendaraan pemudik menyusul pemberlakuan larangan mudik oleh pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

“Tidak ada penutupan jalan tol. Kami lakukan penyekatan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Subandriya saat mengecek kesiapan gerbang Tol Kalikangkung di Semarang, Jumat (24/4).

Menurut dia, penyekatan dilakukan untuk menyeleksi kendaraan yang memang masuk kategori pemudik atau bukan. Kalau memang harus dikembalikan ya akan dikembalikan,” tambahnya.

Adapun skenario penyekatan, kata dia, kanalisasi akan mulai dilakukan di ruas tol Pejagan. “Kalau lolos di Pejagan, kami sudah siapkan penyekatan di gerbang Tol Brebes Timur,” katanya.

Dalam pelaksanaan penyekatan untuk mengantisipasi pemudik ini, kata dia, Polda Jawa Tengah juga telah berkoordinasi dengan kepolisian di daerah sekitar. Ia menjelaskan kolaborasi ini dilakukan agar pelaksanaan penyekatan terhadap kendaraan yang akan masuk benar-benar selektif. Selain di jalur tol, kata dia, penyekatan juga dilakukan di jalur non-tol.

Secara keseluruhan, lanjut dia, terdapat sembilan titik check point yang berada di perbatasan dengan Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Titik-titik penyekatan antara lain berada di wilayah Cilacap dan Brebes untuk wilayah yang berbatasan dengan Jawa Barat, Magelang dan Prambanan untuk perbatasan dengan Yogyakarta, serta Wonogiri, Sragen, Blora, dan Rembang untuk perbatasan Jawa Timur. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*