Pengusaha Kuliner Solo Ciptakan Makanan Nasi Cepat Saji Sesuai Protokol Kesehatan

MRE atau makanan nasi siap saji pertama di Indonesia cocok untuk situasi pandemi Covid-19 | Foto: Tono/JoSS

JoSS, SOLO – Berpikir positif di saat pandemi covid-19 yang berdampak pada pelambatan ekonomi ternyata memicu seorang pengusaha kuliner dari Solo untuk menciptakan masakan nasi dan lauk yang bisa praktis dimasak sesuai protokol kesehatan yakni tidak perlu berkerumun, bisa jaga jarak sosial dan fisik tentu juga higienis.

Pengusaha kuliner asal Solo, Puspo Wardoyo yang mencipta makanan nasi cepat saji (Meal Ready To Eat atau MRE) mengatakan MRE yang yang pertama kali di Indonesia dilengkapi alat pemanas otomatis itu cukup unik dan enak cita rasanya.

“Kami sengaja mencipta MRE dengan selera khas masakan tradisional Indonesia seperti rendang, gudeg, gulai ayam dan ayam balado.” ujar Puspo Wardoyo yang juga owner Ayam Bakar Wong Solo Grup kepada wartawan melalui telepon seluler , Jumat (10/4).

Diakuinya di saat pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial dalam Skala Besar (PSSB) banyak warung makan, restoran yang terpaksa mengurangi karyawannua bahkan terpaksa menutup tempat usahanya.

“Usaha kuliner kami di ratusan gerai yang tersebar di dalam dan luar negeri tentu kena imbasnya. Untuk bisa tetap survive, alhamdulillah kami menemukan MRE yang pertama di Indonesia yang sesuai dengan standar protokol kesehatan. Karyawan di warung kuliner Puspo Wardoyo yang sempat khawatir kena PHK dapat tertolong. Para karyawan tetap dapat bekerja dengan nyaman karena MRE kami digemari masyarakat yang membeli secara online,” papar Puspo Wardoyo.

Baca juga: Pemkot Solo Karantina 70 Pemudik di Graha Wisata Niaga 14 Hari

Menurut Puspo Wardoyo keunggulan MRE produk Wong Solo Group, melalui PT Halalan Thayyiban Indonesia (HaTI) itu ciri khasnya menyajikan makanan tradisional Indonesia tanpa mengurangi cita rasanya.

“Juga memiliki umur simpan yg lama serta efisien dalam penyajian. Kelebihan lainnya menyajikan banyak variasi menu otentik Indonesia dan tidak menggunakan bahan pengawet dan penyedap rasa serta diproses menggunakan teknologi modern. MRE sudah kami patenkan “paparnya.

Puspo tanpa bermaksud menyombongkan diri pihaknya sebagai pengusaha kuliner telah bersedia memasok makanan dan minuman cuma-cuma bagi ribuan masyarakat yang di karantina di dalam kaitan penanggulangan COVID-19 di Solo dan Medan hingga pandemi Corona selesai.

Selain untuk difungsikan masakan nasi cepat saji saat bencana, MRE ciptaan Puspo Wardoyo cocok sebagai konsumsi di saat beribadah haji dan umroh, saat eksplorasi geologis, travelling, olah raga outdoor serta camping di alam terbuka.

“Makanan nasi siap saji yang enak rasanya, higienis siap saji hanya dalam waktu sekitar 15 menit. Tidak perlu kompor gas atau listrik yang ribet. Di dalam setiap kotak ada alat pemanas teknologi modern yang bisa memanaskan makanan nasi rendang atau gudeg itu,” papar Puspo Wardoyo. (ton/lna)

64 Komentar

  1. Lha ini, bakal jadi trend setter kuliner cepat saja masa depan yg s lama ingin buahnya di dominasi mie. Terimakasih pak Puspo, mudah mudahan bisnisnya makin sukses dan berkah.

  2. Maa syaa Allah,,,terus menebar kebaikan ditengah pandemi sprti ini serta menciptakan inovasi yang luar biasa,semoga Allah terus menebar berkahnya kepada beliau dan pengusaha2 lainnya untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan.

  3. Bismillah
    Ma syaa allah, barakallahu fiik. Ada saja ide kreatif dari wongsolo untuk membuat makanan cepat saji, semoga bisa membantu masyarakat sekitar di masa pandemi sampai keadaan kembali kondusif seperti semula. Sukses untuk pak Puspo Wardoyo dan wongsolo group.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*