Dalam 24 Jam, Jumlah Pasien Corona di RI Bertambah 13 Orang

Kolase, ilustrasi | Foto: detik.com/suara.com

JoSS, JAKARTA – Jumlah pasien positif terkena covid-19 di Indonesia melonjak drastis dalam waktu 24 jam. Dari 6 orang pada (8/3) kini bertambah 13 orang menjadi 19 orang (9/3) secara keseluruhan. Sebagian besar kasus baru itu merupakan imported atau datang dari luar negeri.

Juru Bicara Indonesia untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengungkapkan masyarakat tidak harus khawatir berlebihan.

“Saya dapat pengarahan dari Presiden Jokowi, masyarakat diminta tetap tenang karena kecenderungan penyakit ini secara klinis tidak seperti kita bayangkan di Wuhan,” ujar Yurianto, di istana kepresidenan, Senin (09/3).

Dia menjelaskan dari kasus baru tersebut, 2 di antaranya adapah pasangan suami istri. “Kami identifikasi kasus 7, perempuan, 59 tahun, sakit ringan-sedang, stabil. Ini kasus imported case, beliau baru kembali dari luar negeri dan beberapa saat menunjukkan gejala seperti itu,” ujarnya.

Pasien terinfeksi positif berikutnya yakni kasus 8, kata Achmad, merupakan pasien laki-laki berusia 56 tahun. Achmad menyebut pasien tersebut tertular dari pasien 7 karena merupakan suami istri.

Kondisi pasien 8 ini disebut Achmad cukup berat karena sudah memiliki penyakit pendahulu berupa diare dan diabetes.

“Kondisinya menggunakan beberapa peralatan seperti infus, oksigen, karena sebelum kontak dengan kasus 7, kasus 8 ini sudah sakit duluan,” jelas Achmad.

Baca juga: Corona ‘Menginfeksi’ 8 Perusahaan di Jateng

Selain itu, pasien yang berasal dari imported case adalah kasus 9. Achmad menuturkan, pasien itu merupakan perempuan berusia 55 tahun.

Pasien serupa yakni kasus 14 juga merupakan seorang laki-laki berusia 50 tahun yang baru pulang melakukan perjalanan dari luar negeri. Kemudian pasien kasus 15, lanjut Achmad, perempuan 43 tahun yang juga baru pulang melakukan perjalanan dari luar negeri.

“Selanjutnya pasien 16, perempuan 17 tahun. Ini terkait dengan pasien nomor 15,” katanya.

Selanjutnya, pasien nomor 10, 11, 12, 13, 17, 18, 19, juga merupakan pasien yang terinfeksi karena pulang dari perjalanan luar negeri.

Yurianto menjelaskan pasien seluruhnya sudah berada di rumah sakit dan dalam keperluan penyembuhannya tidak memerlukan oksigen, tidak menggunakan infus, dan bisa merawat diri sendiri.

Gejala yang didapat sampai saat ini dari kasus tersebut tidak ada yang memiliki penyakit kronis pendahulu. “Demam tidak terlalu tinggi, batuk tidak terlalu berat, artinya nampak secara keseluruhan dengan sakit ringan sedang tidak berat tapi ada satu atau dua pakai infus pasang oksigen karena ada faktor penyakit mendahului,” jelasnya.

Meski demikian, masih ada sekitar 8 orang suspect yang diduga kuat terjangkit corona berdasarkan data pemerintah. Jumlah tersebut merupakan pengurangan dari suspect yang sebelumnya disampaikan pemerintah. “Dikurangi. Itu kan ngalirnya itu,” kata Yuri.

Pada Minggu (8/3), pemerintah menyebut bahwa suspect yang dicurigai terjangkit corona sebanyak 21 orang. Penetapan puluhan orang tersebut berdasarkan hasil tracing kontak dengan pasien positif corona, maupun gejala yang diderita. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*