
JoSS, QUANZHOU – Sebuah hotel di kawasan China Timur ambruk pada Sabtu (7/3) menimpa sekitar 70 orang yang tengah di karantina terkait virus corona. Tim penyelamat hingga kini masih mencari 19 orang yang terjebak dalam reruntuhan.
Tim menyatakan pencarian dilakukan setelah tim berhasil menyelamatkan 48 orang yang sebelumnya terperangkap dalam fasilitas tersebut. Sebuah hotel yang digunakan sebagai fasilitas karantina virus corona di China ambruk pada Sabtu (7/3) malam.
Sebuah rekaman yang yang diduga berasal dari kamera pengintai di seberang jalan, menunjukkan hotel ambruk dalam hitungan detik. Sebuah rekaman yang beredar di Weibo seperti Twitter menunjukkan setelah bangunan runtuh, pekerja penyelamat menyisir puing-puing 80 kamar hotel Xinjia di kota pantai Quanzhou meskipun dalam kondisi gelap.
Dalam penyisiran tersebut, mereka berhasil menyelamatkan seorang wanita yang terperangkap di bawah puing-puing berat. Usai diselamatkan, wanita tersebut dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Para pejabat belum mengkonfirmasi apakah ada yang meninggal dalam kecelakaan itu. Kementerian Manajemen Darurat China mengatakan sekitar 200 petugas pemadam kebakaran lokal dan 800 petugas dari Provinsi Fujian telah dikerahkan ke lokasi untuk menyelamatkan korban.
Baca juga: Jumlah Kasus Infeksi di China Menurun, 50% Pasien Dinyatakan Sembuh
Pihak berwenang Quanzhou juga mengatakan telah mengerahkan ambulans, ekskavator dan crane ke lokasi. Perwakilan dari Beijing juga dalam perjalanan ke Quanzhou untuk membantu upaya bantuan, lapor Xinhua.
Sebelumnya, AFP mengabarkan sekitar 70 orang disebut terjebak dalam reruntuhan setelah sebuah hotel yang digunakan sebagai fasilitas karantina terkat wabah Covid-19, di China, Sabtu (7/3) malam waktu setempat, ambruk.
Hotel yang memiliki 80 kamar itu kini tinggal puing-puing memperlihatkan kerangka bajanya. Massa tampak berkumpul di area gedung. Perwakilan dari Beijing juga disebut tengah dalam perjalanan ke Quanzhou untuk memberi bantuan.
Diketahui, Quanzhou memiliki 47 kasus infeksi Covid-19. Hotel yang baru dibuka dua tahun lalu itu kemudian dirancang ulang untuk menampung orang-orang yang baru-baru ini melakukan kontak dengan pasien positif Corona.
Dikutip dari CNNIndonesia, China sebelumnya memiliki rekam jejak bangunan ambruk. Hal itu disebut tak lepas dari sejumlah pelanggaran prosedur keselamatan dalam infrastruktur.
Sedikitnya 20 orang tewas pada 2016 ketika serangkaian bangunan bertingkat di kota Wenzhou. Sepuluh lainnya tewas di Shanghai pada 2019 setelah sebuah bangunan komersial runtuh selama renovasi. (lna)

Leave a Reply