
JoSS, SEMARANG – Virus corona yang telah mewabah di lebih dari 91 negara, berimbas pada perekonomian dunia. Di Jateng ada 8 perusahaan yang ikut terkena dampak virus dengan nama Covid-19 itu.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari mengatakan ada depalan perusahaan yang berada di tiga kabupaten di Provinsi Jawa Tengah terancam tutup akibat terkena dampak virus yang berasal dari Wuhan, China itu.
“Berdasarkan hasil pantauan kami, perusahaan yang terancam bangkrut bergerak di bidang perkayuan dan vulkanisir ban itu ada di Kabupaten Batang, Kendal, serta Demak,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Minggu.
Ia menjelaskan bahwa penyebab kedelapan perusahaan yang mengalami kesulitan finansial sehingga terancam tutup itu antara lain, tidak bisa melakukan produksi karena pasokan bahan baku dari Tiongkok berkurang.
“Penyebabnya berbagai macam, di antaranya proses produksi terhenti karena ‘raw material ‘berasal dari China, ‘buyer’ dari China putus, dan ‘shipping’ terganggu,” ujarnya.
Penyebab lain, kata dia, pemilik sejumlah perusahaan tersebut berlibur ke Tiongkok saat Hari Raya Imlek lalu, namun belum bisa kembali ke Indonesia karena jalur penerbangan ditutup sebagai antisipasi penyebaran COVID-19.
“Dampaknya, ada perusahaan yang telah melakukan pengurangan pekerja borongan harian, ada juga yang sudah merumahkan pekerjanya,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Ahmad Ridwan mendorong Pemprov Jateng menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar perusahaan-perusahaan bisa tetap beroperasi di tengah goncangan wabah COVID-19.
Baca juga: Kesulitan Bahan Baku, Pabrik Masker di Jogja Ini Tak Bisa Produksi
“Kalau tidak segera diantisipasi, nanti dampaknya perusahaan dan karyawan juga berbondong-bondong mengadu ke pemerintah juga,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.
Seperti diketahui, virus yang diduga dari kelelawar tersebut dilaporkan telah menginfeksi lebih dari 100 ribu orang di 91 negara secara global.
Dalam laporan yang dilansir AFP, diklaim berdasarkan informasi dari WHO, Jumat (6/3), jumlah korban tewas akibat virus mematikan tersebut mencapai 3.407 orang. Angka tersebut lahir dari total infeksi mencapai 100.002 kasus.
Sejak menjadi epidemi di Wuhan, China, penyebaran virus corona dinilai massif ke sejumlah negara lain. Lonjakan kasus infeksi di belahan negara lain meningkatdalam beberapa pekan terakhir, terutama di Teheran, Iran yang kemudian menjadi hotspot virus yang mencatat 1.234 kasus baru.
Dari sejumlah angka tersebut China, sejak kasus ini dideteksi muncul pada 2019, telah mencatatkan 80.552 kasus. 3.042 warganya meninggal dunia. AFP mencatat ada 143 infeksi baru dan 30 kematian di sana sejak 1.700 Kamis (5/3).
Di luar Cina, total 19.450 kasus telah tercatat di seluruh dunia sejak epidemi dimulai, termasuk 365 kematian. Negara yang paling terkena dampak setelah China adalah: Korea Selatan (6.284 kasus, 42 kematian), Italia (3.858 kasus, 148 kematian), Iran (4.747 kasus, 124 kematian) dan Prancis (577 kasus, sembilan kematian).
Bahkan sejak Kamis waktu setempat, Cina, Korea Selatan, Prancis, Spanyol dan Belanda telah mencatat kematian baru. Serbia, Vatikan, Slovakia, Peru, dan Bhutan telah mengkonfirmasi kasus pertama di tanah mereka.
Di Benua Asia, virus corona telah mencatat 88.388 kasus penjangkitan (3.101 kematian). Sementara itu di Eropa 6.284 kasus (165 kematian), Timur Tengah 4.993 kasus (127 kematian), AS dan Kanada 194 kasus (12 kematian), Oceania 68 kasus (2 kematian) , Amerika Latin dan Karibia 34 kasus, Afrika 41 kasus. (lna)

Leave a Reply