JoSS, SEMARANG – Sebanyak 10 unit bus tingkat bikinan karoseri Laksana, Kabupaten Ungaran di ekspor ke Bangladesh. Pelepasan ekspor bus itu dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi oleh BUpati Semarang Mundjirin.
Bus double decker karya anak negeri ini memiliki panjang 14,4 meter dan tinggi 4,1 meter. “Yang membuat saya semangat menggebu-gebu itu ya karena ini mau diekspor. Dengan desain baru karya anak bangsa, bus ini sudah di ekspor ke beberapa negara, yang sekarang ini ke Bangladesh,” katanya, Ganjar.
Dia mengaku senang karena pihak pengusaha benar-benar memanfaatkan kemudahan-kemudahan ekspor yang diberikan pemerintah. Berdasarkan laporan dari pengelola, Ganjar mendengar bahwa Karoseri Laksana memanfaatkan insentif berupa kemudahan impor untuk tujuan ekspor.
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung penuh kemajuan dunia usaha, khususnya yang fokus pada ekspor. Bahkan Ganjar menawarkan dirinya menjadi tenaga pemasaran produk-produk unggulan asal Jawa Tengah ke berbagai negara.
Baca juga: Ema: Identifikasi Pasar Eskpor Penting Agar Makin Banyak Produk UMKM Jateng Tembus AS
Menurut Ganjar, ekspor merupakan salah satu upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, apalagi dirinya menargetkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah naik menjadi tujuh persen.
“Nanti saya bantu, saya bisa telepon para Dubes di negara yang prospektif untuk membantu memasarkan produk ini. Ini bagus lho, mewah dan tidak kalah saing dengan produk luar negeri,” katanya, seperti dikutip dari Antara.
Direktur Utama Laksana Iwan Arman menambahkan, karoserinya sudah beberapa kali mengekspor bus ke beberapa negara, di antaranya Fiji dan Timor Leste. Untuk seri double decker, ekspor ke Bangladesh menjadi yang pertama.
“Dalam waktu dekat, kami akan ekspor ke Filipina dan Thailand. Saat ini kami sedang penjajakan,” ujar Iwan.
Iwan mengakui, dukungan pemerintah berperan besar dalam kesuksesan usahanya. “Banyak sekali kemudahan dan fasilitas yang diberikan pemerintah, misalnya yang sudah saya rasakan adalah kemudahan impor untuk tujuan ekspor. Apalagi, mengurus segala perizinannya sekarang cepat, satu jam sudah selesai semuanya,” kata Iwan. (lna)

Leave a Reply