Kisruh Dana Asabri, Mahfud MD Minta TNI dan Polri Tetap Tenang

Menko Polhukam Mahfud MD | Foto: pmjnews.com

JoSS, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan dana pensiun, kematian dan jaminan hari tua untuk prajurit TNI dan Polri di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) (ASABRI) tetap aman.

Untuk itu, dia meminta prajurit TNI dan Polri untuk tetap tenang dalam menyikapi pemberitaan dan kondisi yang berkembang saat ini terkait dugaan kasus korupsi di perusahaan pelat merah tersebut.

“Para prajurit TNI dan Polri tidak usah gundah. Negara berkesimpulan, saat ini untuk jaminan hari tua, kematian, pensiun dan lain sebagainya itu masih stabil,” terang Mahfud, Kamis (16/1).

Dia menjelaskan, dari dana yang melorot jauh itu akan diselesaikan secara baik. Penyelesaian secara baik juga akan dilakukan Menteri BUMN dan Menteri Keuangan.

Mahfud mengatakan ada sekitar 600 ribu anggota polisi dan 350 ribu anggota TNI yang kini jaminan asuransinya dikelola Asabri. Dia pun berencana menemui Polri untuk memastikan proses hukum atas dugaan kasus Asabri.

Ia memastikan penegakan hukum bakal dilakukan jika ditemukan indikasi penyelewengan. “Secara baik juga, hukum akan berjalan, kalau [dugaan penyelewengan] itu ada. Jadi kalau sudah urusan benar atau salah, prosedur benar atau salah itu biar hukum yang berjalan. Dan saya akan berbicara dengan Polri,” terang Mahfud, seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Baca juga: Tak Hanya Bentjok, Hary Prasetyo dan Heru Hidayat Juga Ditahan Kejagung

Jika ditemukan indikasi penyimpangan, Mahfud memastikan penegakan hukum akan dijalankan sesuai aturan.

Senada diungkapkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meminta prajurit TNI dan Polri tetap tenang dalam merespons dugaan korupsi pada PT Asabri.

Permintaan itu disampaikan Staf Khusus bidang Komunikasi Publik Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak. Dia mengklaim mendapatkan laporan dari PT ASABRI bila dana pensiun untuk prajurit TNI tak ada masalah.

“Kami baru dapat laporan dari pihak PT ASABRI, baru saja kemarin saya menerima, teman-teman PT ASABRI menyatakan dana prajurit tidak ada masalah dan akan tetap aman. Oleh sebab itu, pak Prabowo menyampaikan prajurit harus tetap tenang,” kata Dahnil seperti dilansir dari Antara.

Menurut Dahnil, Prabowo langsung meminta kejelasan terkait persoalan yang membelit PT Asabri kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban Kemhan, terhadap semua dana pensiun dan jaminan hari tua prajurit TNI.

“Setiap bulannya, gaji pokok TNI dan Polri itu termasuk Pegawai Negeri Sipil Kemhan itu dipotong 8 persen, 3,25 persen (THT) dan 4,75 persen (Iuran Dana Pensiun yang dipotong dari gaji prajurit. Oleh karena itu keinginan pak Prabowo hanya satu hal sebenarnya, yaitu dana prajurit tetap aman,” kata Dahnil.

Adapun jika nanti ke depan ditemukan masalah hukum terkait kerugian keuangan negara, Dahnil mengatakan Prabowo mendukung persoalan hukum itu bisa diselesaikan dengan segera. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*