JoSS, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menggeser tujuh deputy BUMN menjadi direksi. Lima pejabat eselon I telah menempati posisi jabatan yang ditentukan sementara dua lainnya masih menunggu.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Ferry Andrianto menjelaskan penugasan tersebut bertujuan agar pejabat yang berasal dari birokrasi dapat memahami permasalahan di korporasi. Begitu pula sebaliknya, pejabat di korporasi harus mengerti birokrasi.
“Hari ini Erick Thohir resmi menempatkan para pejabat eselon I Kementerian BUMN di beberapa perusahaan BUMN melalui Keputusan Menteri BUMN,” ujarnya, melalui keterangan tertulis, Rabu (20/11).
Seperti diketahui, Di era Rini Soemarno, Kementerian BUMN memiliki tujuh deputi. Di tangan Erick, dia menginginkan posisi deputi hanya diisi oleh tiga orang. Tak hanya itu, mantan Ketua INASGOC ini juga ingin menghadirkan jabatan Inspektorat Jenderal di kementeriannya.
Sebelumnya, kedua Wakil Menteri BUMN, yakni Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya menjabat sebagai direktur utama pada perusahaan pelat merah.
Lebih rinci, terdapat lima pejabat eselon I yang ditempatkan sebagai direksi BUMN. Pertama, Imam Apriyanto Putro diangkat sebagai Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Holding Company.
Baca juga: Bukan Dipecat, Pemberhentian Eselon I di Kementerian BUMN Untuk Ditempatkan di Posisi Ini
Imam sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN sejak 2013 silam. Penunjukannya melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-269/MBU/11/2019 per 18 November 2019.
Kedua, Gatot Trihargo sebagai Wakil Direktur Utama Perum Bulog. Gatot sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan. Penunjukannya melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-270/MBU/11/2019 per 18 November 2019.
Ketiga, Hambra sebagai Wakil Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Hambra sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis. Penunjukannya melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-272/MBU/11/2019 per 18 November 2019.
Keempat, Wahyu Kuncoro sebagai Wakil Direktur Utama PT Pegadaian (Persero). Wahyu sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi. Penunjukannya melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-273/MBU/11/2019 per 18 November 2019.
Kelima, Fajar Harry Sampurno sebagai Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero). Fajar sebelumnya menjabat Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media. Penunjukannya melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-274/MBU/11/2019 per 18 November 2019.
Sementra itu, Kementerian BUMN masih belum mengumumkan posisi untuk Aloysius Kiik Ro dan Edwin Hidayat Abdullah. Sebelumnya, Aloysius menjabat sebagai deputi bidang restrukturisasi dan pengembangan usaha dan Edwin sebagai deputi bidang usaha energi, logistik, kawasan dan pariwisata. (lna)

Leave a Reply