JoSS, JAKARTA – Basuki Hadimuljono dipastikan kembali menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam kabinet Jokowi jilid II. Usai bertemu presiden di Istana, dirinya meminta wakil menteri untuk membantu pekerjaannya.
Hal ini dia ungkapkan usai bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10).
“Saya tadi dipanggil Bapak Presiden cuma diajak ngobrol pertama beliau menyampaikan untuk bisa melanjutkan pembangunan infrastruktur seperti yang disampaikan dalam visinya,” ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Saat ditanya soal kebutuhan akan adanya wakil menteri di Kementerian PUPR Basuki menyatakan dirinya membutuhkan adanya wakil agar bisa bekerja lebih cepat dalam pembangunan infrastruktur. Terlebih pemerintah memiliki keinginan untuk membangun ibu kota baru.
“Namun soal wakil menteri, belum dibicarakan. Butuh, karena kan mau bangun ibu kota baru,” jelas dia.
Soal latar belakang dan sosok yang tepat untuk menjadi wakil menteri, Basuki dia berharap berasal dari kalangan profesional. “Saya ingin dari kalangan profesional, tapi apapun lah yah,” tutupnya.
Baca juga: Prabowo Sebut Jadi Menhan, Segini Anggaran Kemenhan
Seperti diketahui, Basuki Hadimuljono termasuh dalam tokoh yang diundang Presiden Jokowi ke Istana pada hari ke dua, Selasa (22/10). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat periode 2014-2019 ini datang mengenakan kemeja putih dan celana hitam.
Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattof menilai, Basuki memang layak kembali masuk kabinet Jokowi. Posisi sebagai Menteri PUPR pun diyakini akan tetap diberikan padanya.
“Kalau menurut saya kemungkinan Pak Basuki akan tetap bertahan karena dari dulu dibilang, Pak Basuki yang paling dipercaya sama Jokowi,” kata dia, seperti dikutip dari Merdeka.com.
Dia mengatakan, jika menilik indikator kinerja, khususnya target pembangunan infrastruktur, maka Basuki dapat disebut sebagai pembantu presiden yang berprestasi.
“Dianggap menteri yang cukup berhasil kalau lihat dari indikator kinerja karena proyek infrastruktur memang sebagian besar sudah mencapai target,” ujar dia.
Karena itulah Jokowi tentu akan kembali menginginkan Basuki Hadimuljono untuk kembali membantunya dalam menggenjot proyek infrastruktur yang masih akan dilakukan di periode kedua pemerintahannya.
“Pak Basuki ini tipe orang yang tidak banyak omong tapi dia eksekutor dan itu memang dibutuhkan oleh presiden,” tegasnya. (lna)

Leave a Reply