YIA Bakal Dilengkapi Heliport dan Landasan Untuk Jet Pribadi

Yogyakarta International Airport (YIA) | Foto: google

JoSS, JOGJA – Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager Yogyakarta International Airport (YIA) PT Angkasa Pura I Agus Pandu Purnama mengungkapkan tidak menutup kemungkinan Bandara Kulonprogo akan dilengkapi heliport dan landasan jet pribadi.

Seperti halnya yang kini tengah di kembangkan di Bandara Internasional Soekarno Hatta di akhir tahun ini.

Dia menuturkan, untuk saat ini memang belum ada landasan helikopter di YIA lantaran belum ada pembuatan detail engineering design (DED).

“Untuk landasan helikopter belum ada DED. Harus ada helipad sendiri untuk tonase berapa dan harus dipisah dari fixed wing karena putarannya besar. Ke depan bisa jadi [dibangun] karena sisi udara YIA masih luas,” katanya belum lama ini seperti dikutip dari Harian Jogja.

Ia mengungkapkan untuk bisa didarati helikopter harus ada pembangunan sarana dan prasarana baru. Ada parameter khusus yang menjadi pedoman. Pengaturannya pun berbeda.

Selain helikopter, YIA juga membuka kemungkinan untuk mendarat jet pribadi. Namun, Pandu mengungkapkan jet pribadi yang boleh mendarat di YIA yakni yang berbobot di atas 70 ton. Sementara, jet pribadi yang berbobot di bawah 70 ton diarahkan ke Bandara Internasional Adisutjipto.

Namun, saat ini memang belum ada permintaan izin pendaratan jet pribadi di YIA lantaran untuk penerbangan internasional belum dilengkapi dengan Custom Immigration Quarantine (CIQ).

Baca juga: Kereta Bandara Baru Jogja Ditarget Rampung 2021

“Selama ini di Adisutjipto juga sering untuk mendarat jet pribadi. Ada yang dari dalam negeri dan luar negeri. Sifatnya kan temporary, kapan saja bisa datang. Kalau mau datang akan mengabari kami,” terang dia.

Seperti diketahui, Whitesky dan PT Angkasa Pura II (Persero) bekerja sama dalam sebuah proyek pembangunan heliport komersial yang bernama Cengkareng Heli Port (CHP). Proyek ini merupakan yang pertama dibangun di Indonesia.

CEO Whitesky Denon Prawiraatmadja mengatakan pembangunan proyek senilai Rp78 miliar tersebut ditargetkan bisa rampung pada akhir 2019. Adapun, total lahan yang akan dikembangkan mencapai 2,8 hektare.

“Nantinya penumpang dari maskapai berjadwal yang ingin menggunakan helikoper bisa terbantu dengan adanya heliport. Dampaknya, heliport ini akan melengkapi moda transportasi perkotaan pendukung dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta ke Jabodetabek hingga Bandung,” kata dia.

Ia mengatakan fasilitas yang akan dibangun di antaranya adalah shooting point dengan instalasi lampu untuk mendukung terbang malam, delapan helipad, 10 hanggar khusus helikopter berdaya tampung 50 unit Bell 505 atau setara 20 unit Bell 429 atau Airbus H130, customer lounge, kafe, kawasan perkantoran hingga fasilitas beserta personel untuk evakuasi medis (helimedic). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*