
JoSS, JOGJA – Pembangunan sarana transportasi umum Kereta Api menuju Yogyakarta International Airport (YIA) ditarget rampung 2021. Nantinya jalur kereta yang akan dibangun dari Stasiun Wojo, Puworejo hingga menuju ke dalam kawasan Bandara Kulon Progo
Direktur Angkutan dan Lalu Lintas Dirjen Perkerataapian Kementerian Perhubungan Danto Ristiawan mengatakan jalur tersebut diperkirakan akan sepanjang 5,7 kilometer (km) dan akan dibangun dengan dua tipe atau campuran yaitu antara rel layang dan rel yang menapak datar.
Dia merinci 5 km akan dibangun melayang, dan 0,75 km sisanya akan dibangun menapak datar.
“Ada jalur KA (Kereta Api) ke YIA ini akan jadi jalur baru. Jalurnya sepanjang 5,7 km dan akan masuk bandara dari Stasiun Wojo. Nanti akan di mix 5 km elevated, 750 m sisanya at grid, pengerjaannya 2019-2020, 2021 operasi,” katanya, seperti dikutip dari Liputan6.com.
Sementara itu, menurut Danto ke depan Stasiun Wojo akan ditingkatkan kapasitasnya, karena stasiun ini merupakan stasiun terdekat dari YIA. Stasiun ini juga akan menjadi koneksi utama antara Kereta Bandara dengan Bus Damri.
“Peningkatan Stasiun Wojo, karena stasiun ini akan digunakan sebagai koneksi ke bus Damri. Disana akan ada perluasan parkir, bangunan stasiun, sampai peron. Nantinya dalam 5,7 km waktu tempuhnya 10 menit,” pungkasnya.
Baca juga: PT KAI Pesan 4 KRD Untuk Kereta Bandara Solo
Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji mengatakan, kereta bandara yang dibangun menuju Stasiun Wojo. Dari stasiun tersebut telah ada jalur kereta eksisting ke Stasiun Tugu yang berada di pusat kota Yogyakarta.
“Yang jelas kereta api akan membangun nanti. Nanti akan ada langsung dari Stasiun Wojo ke YIA akan langsung ada kereta kalayang (elevated) masuk ke sini,” ujar dia di Yogyakarta.
Untuk pembangunannya, Angkasa Pura I akan bekerja sama dengan PT KAI di mana untuk jalur kereta di dalam bandara akan dibangun oleh Angkasa Pura I dan di luar bandara hingga ke Stasiun Wojo dibangun oleh KAI. Pembangunan jalur tersebut segera dilakukan sehingga pada 2020 kereta menuju YIA sudah bisa beroperasi
“Segala sesuatu yang langsung dibangun di atas 500 hektare ini yang membangun dan membiayai adalah Angkasa Pura I. Tapi begitu keluar tergantung, misalnya kereta api ya Kereta Api (KAI). Mungkin sebaiknya ditanyakan ke KAI siapa investornya,” kata dia.
Devy mengungkapkan, adanya kereta api diharapkan bisa menjadi alternatif bagi masyarakat menuju YIA. Sehingga masyarakat mempunyai banyak pilihan saat akan terbang melalui bandara baru Yogyakarta yang terletak di Kabupaten Kulon Progo tersebut.
“Jadi di sini diharapkan orang punya berbagai macam pilihan tranportasi moda. Satu, mereka bisa naik kereta ini nyambung nanti langsung ke Stasiun Wojo kereta apinya. Kemudian mereka bisa naik bus karena enggak semua bisa lewat jalur kereta kan. Ketiga, tetap pilihan taksi maupun kendaraan pribadi atau sewa kendaraan,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply