Garuda Tawarkan Layanan Carter Helikopter

Carter halikopter
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, JAKARTA – Garuda Indonesia pada pertengahan tahun ini berencana luncurkan layanan carter helikopter bagi penumpang GarudaMiles Tourbillon. Selain itu, maskapai pelat merah itu juga akan melakukan peremajaan pesawat pada tahun depan.

Direktur Utama Garuda Indonesia IGN Askhara Danadiputra mengatakan pihaknya akan menggandeng Whitesky Aviation untuk menyediakan layanan carter helikopter dari Helicity bagi penumpang GarudaMiles Tourbillon pada kuartal II/2019.

Menurut dia layanan yang akan dinikmati oleh penumpang kelas tertinggi secara cuma-cuma tersebut akan diberikan sebagai pengalaman baru.

“Kami masih negosiasi [dengan Whitesky], mudah-mudahan kuartal II tahun ini. Mereka sedang minta izin di otoritas bandara untuk mendarat,” katanya, Sabtu (26/1).

Dia menjelaskan penumpang kelas GarudaMiles Tourbillon bisa menggunakan layanan helikopter untuk menuju ke Bandara Soekarno-Hatta. Layanan helikopter sebagai transportasi penghubung ke/dari Bandara Soekarno-Hatta ke semua destinasi di dalam kota Jakarta dan antar kota di Jakarta.

Ari mengaku belum menyusun skema kerja sama. Akan tetapi, akan ada kontrak khusus yang dijalin kedua pihak. Kerja sama ini merupakan peningkatan layanan kepada konsumen untuk memperoleh kemudahan akses transportasi yang terkoneksi dengan berbagai moda transportasi lainnya.

Baca juga: Bagasi Berbayar dan Mahalnya Tiket Pesawat Ancam Industri Pariwisata

Helicity, salah satu layanan Whitesky, yang diluncurkan sejak Desember 2017 merupakan upaya untuk menyokong program pemerintah tersebut.

Whitesky menjadikan layanan helikopter Helicity sebagai jawaban atas kebutuhan transportasi yang efektif, affordable, dan eksklusif.

Sementara itu terkait peremajaan pesawat, Garuda Indonesia akan mendatangkan 34 unit Boeing 737 Max 10 pada 2020. Dia  memastikan tahun ini tidak akan ada penambahan jumlah unit pesawat terbang dan akan fokus pada renegosiasi kontrak dengan lessor.

Renegosiasi dilakukan untuk mengganti pesawat yang sudah dipesan dengan jenis lebih baru, yakni Boeing 737 Max 10.

“Total ada 34 unit pesawat yang ditukar menjadi Boeing Max 10 pada 2020. Harga masih dinegosiasikan,” katanya, seperti dikutip dari Bisnis.com.

Dia menambahkan peremajaan tersebut diperlukan karena pesawat keluaran terbaru biasanya memiliki tingkat konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Dengan demikian, biaya operasional yang dikeluarkan maskapai bisa semakin ditekan.

Ari menjelaskan komponen avtur menyedot hingga 40% dari total biaya operasional. Di sisi lain, pesawat edisi terbaru menawarkan teknologi baru yang semakin menambah tingkat keselamatan (safety). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*