JoSS, JAKARTA – Lion Air Group, ternyata telah memiliki aturan soal dokumentasi di dalam pesawat yang ditujukan kepada awak kabin maupun penumpang. Sebelum Garuda Indonesia memberlakukan ketentuan tersebut pada 14 Juli Lalu.
Corporate Communications Strategic Lion Air Danang M. Prihantoro mengatakan, larangan dokumentasi mencakup itu tidak untuk semua hal di pesawat melainkan pada bagian-bagian tertentu saja. Namun, dia menegaskan pihaknya tidak menjelaskan lebih lanjut soal aturan tersebut.
“Ada ketentuan-ketentuan demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan. Kalau ketentuan perusahaan [soal dokumentasi] bisa jadi berbeda-beda,” katanya, Selasa 16 Juli 2019.
Larangan dokumentasi pada bagian pesawat tertentu in, kata Danang, untuk meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan. Dokumentasi bisa dilakukan setelah Lion Air memberikan izin khusus.
“Kami harus tahu secara profiling, mengetahui tujuannya. Imbauan atau pengenalan tentang hal tersebut sudah dilakukan sejak training [kepada awak kabin],” ujarnya.
Sebelumnya, Garuda Indonesia melarang pendokumentasian kegiatan di dalam pesawat. Hal itu menyusul dikeluarkannya dokumen Pengumuman No. JKTDO/PE/60001/2019 berisi Imbauan kepada Penumpang untuk Tidak Mendokumentasikan Kegiatan Dalam Pesawat.
Baca juga: Garuda Larang Pengambilan Gambar di Dalam Kabin Pesawat
Direktur Operasi PT Garuda Indonesia Tbk. Bambang A. Angkasa mengatakan pengumuman tersebut dalam rangka menjaga ketertiban dalam kabin pesawat, menunjang keselamatan operasi penerbangan, kelancaran pelayanan selama penerbangan, dan menghormati hak-hak penumpang.
“Penumpang diimbau dan dimohon tidak mengambil gambar, baik foto dan video atau mendokumentasikan segala kegiatan di dalam kabin pesawat selama penerbangan. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga privasi para penumpang dan awak kabin,” tulis Bambang, Selasa (16/7).
Selain itu, Bambang menyatakan imbauan itu menghindarkan dari komplain dari penumpang lain atas kegiatan pengambilan gambar oleh salah satu penumpang tanpa izin.
Imbauan itu dimaksudkan untuk memastikan seluruh operasi penerbangan Garuda comply dengan aturan dan perundangan-undangan yang berlaku termasuk UU Penerbangan dan UU ITE, dan UU terkait lainnya.
Sebelumnya, beredar Pengumuman No. JKTCCS/PE/60145/19 tentang Larangan Mendokumentasikan Kegiatan di Pesawat, yang disahkan oleh Pjs SM FA Standarization & Development Garuda Indonesia, Evi Oktaviana pada 14 Juli 2019. Terdapat tiga poin aturan dalam pengumuman tersebut
Pertama, tidak diperbolehkan mendokumentasikan segala kegiatan di pesawat, baik berupa foto atau video oleh awak kabin maupun penumpang.
Kedua, meminta awak kabin seperti pramugari untuk menyampaikan larangan mengambil gambar dan video kepada penumpang dengan bahasa yang tegas. Aturan tersebut tidak berlaku apabila penumpang telah memperoleh surat izin dari Garuda.
Ketiga, maskapai akan memberikan sanksi terhadap pelanggaran dua poin tersebut. Namun, tidak ditulis lebih lanjut sanksi yang dimaksud. (lna)

Leave a Reply