BPJT Segera Lelang 6 Proyek Tol, Jasa Marga Dipastikan Ikut

Ilustrasi | Foto: bisnis.com

JoSS, JAKARTA – PT Jasa Marga, Tbk. memastikan perusahaannya turut berpartisipasi dalam enam proyek jalan tol yang segera di lelang oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) hingga Desember 2019.

Selain enam proyek tol, BPJT juga bakal melelang dua jembatan tol, dengan tota ke tujuh proyek ini diperkirakan bakal menyerap investasi sebanyak Rp 151,13 triliun. Adapun tujuh proyek yang siap dilelang yakni:

Jalan tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (7,35 kilometer), tol Semanan—Balaraja (31,90 kilometer), Kamal—Teluk Naga—Rajeg (38,60 kilometer), Akses Pelabuhan Patimban (37,70 kilometer), Gedebage—Tasikmalaya—Cilacap (184 kilometer), Solo—Yogyakarta—Kulon Progo (91,93 kilometer), dan Yogyakarta—Bawen (77 kilometer).

Corporate Secretary Jasa Marga, M. Agus Setiawan mengatakan bahwa Jasa Marga dipastikan ikut pada dua ruas tol yang ditawarkan BPJT, guna mendapatkan tambahan konsesi dan kelanjutan bisnisnya.

“Tentu saja Jasa Marga akan ikut untuk tender investasi yang dilaksanakan BPJT. Hal ini dilakukan agar Jasa Marga mendapatkan tambahan konsesi demi bisnis yang terus berkelanjutan,” katanya, belum lama ini seperti dikutip dari Kontan.co.id.

Baca juga: Jalan Tol Ngawi-Kertosono Bakal Diperpanjang Hingga Kediri

Adapun dua ruas tol yang sudah pasti diikuti lelangnya oleh Jasa Marga, yakni ruas Gedebage – Tasikmalaya dan Akses Pelabuhan Patimban (37,70 kilometer).

“Sedangkan untuk keikutsertaan ruas lainnya, sedang kami evaluasi. Dan soal berapa investasinya ada di BPJT, saat kami akan ikut tender, tentu akan kami hitung kembali,” pungkas Agus.

Sementara itu, untuk di Jateng dan DIY, lelang proyek pembangunan Tol Bawen- Jogja dan Tol Solo-Jogja akan dibagi menjadi dalam dua proses.

Kepala BPJT Danang Parikesit menjelaskan, pihaknya fokus dalam proses lelang dengan badan usaha. Untuk Tol Solo-Jogja ini nantinya akan menjadi prakarsa badan usaha.

Sedangkan Tol Bawen-Yogyakarta nantinya akan dilelang dengan investasi penuh karena prakarsa pemerintah.

Danang menjelaskan, badan usaha yang akan memprakarsai pembangunan jalan Tol Solo-Jogja adalah yang memiliki ide gagasan untuk mengajukan jalan tersebut. Seperti diketahui, PT Adhi Karya, salah satu BUMN telah disebut-sebut akan membangun jalan tol ini.

“Tetapi, seperti disampaikan pak Dirjen, tidak berarti mereka jadi pemenang. Kalau ada (badan usaha) yang menawarkan lebih baik tarifnya kepada masyarakat lebih murah itu yang diambil pemerintah sebagai pemenang tender,” urainya, belum lama ini. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*