
JoSS, JAKARTA – Jawa Tengah menjadi satu dari 6 provinsi yang disebut akan mendapat ‘perhatian khusus’ dari Presiden Joko Widodo terkait perkembangan pembangunan daerah, baik infrastruktur, pariwisata maupun kawasan ekonomi khusus yang telah diusulkan pleh masing-masing pemda.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai menggelar rapat bersama Jokowi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/6) mengatakan presiden akan mengawasi langsung kepala daerah yang mendapat perhatian khusus tersebut.
Dia menuturkan adapun keenam provinsi yang dimaksud, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Papua.
Basuki hadir bersama sejumlah menteri terkait lainnya, seperti Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.
Ia mengatakan bahwa sebelumnya Jokowi sudah mengundang kepala daerah, baik gubernur, bupati, dan wali kota di enam provinsi tersebut untuk mendengarkan usulan pembangunan di masing-masing wilayahnya. Rapat hari ini, kata dia, melanjutkan pembahasan dalam pertemuan sebelumnya.
“Beliau memonitor proses yang diusulkan pak gubernur, bupati dan wali kota yang di Jateng, Jatim, Sulut, Bali, NTT, dan Papua,” terangnya, dikutip dari CNNIndonesia.
Ia lantas mencontohkan sejumlah usulan pembangunan dari kepala daerah kepala pemerintahan pusat, seperti Gubernur Papua Lukas Enembe yang meminta pembangunan fasilitas untuk gerakan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.
“Misalnya Papua beliau sebutkan permintaan Pak Gub tentang PON. Fasilitas venue sport,” tutur Basuki.
Baca juga: Separo Lebih Tanah di Bali Belum Bersertifikat
Sementara untuk di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, Jokowi menginginkan fokus pembangunan yang diusulkan pemerintah daerah terkait dengan penunjang investasi. Salah satunya dengan membangun pintu keluar tol baru di Magetan dan Ngawi, yang akan ada kawasan-kawasan industri baru.
Pembangunan jalan tol, lanjut Jokowi, seperti Jalan Tol Semarang-Demak juga diarahkan dapat mendukung pengembangan kawasan-kawasan industri. Kemudian pembangunan jalan menuju pelabuhan di Kendal juga menjadi perhatian karena sudah terdapat Kendal Industri Park.
“Intinya Jateng dan Jatim jadi contoh untuk bisa kita kembangkan secara fokus di investasi untuk ekspor,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa Jokowi ingin memantau apakah usulan dari para gubernur, bupati, dan wali kota di enam provinsi itu sudah ditindaklanjuti oleh para menteri atau belum. Ia mengklaim untuk pihaknya sudah menindaklanjuti usulan di bidang infrastruktur.
“Misalnya Jateng bidang SDA (sumber daya air) apa saja. Bidang bina marga apa saja. Ini usulan gubernur dulu. Kemudian Jatim sama. Program prioritas Jatim, SDA apa saja, bina marga apa saja, cipta karya apa saja. Jadi beliau memonitor itu,” terangnya.
Sejumlah pihak menilai, perhatian khusus itu diberikan pada enam daerah tersebut terkait hasil Pilpres 2019. Bila dilihat dari hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019, Jokowi yang berpasangan dengan Ketua MUI Ma’ruf Amin menang dari pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di enam provinsi tersebut.
Jokowi-Ma’ruf unggul dari Prabowo-Sandi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, Sulawesi Utara, dan Papua dengan selisih yang signifikan.
Namun, Basuki membantah ‘perhatian khusus’ pemerintah pusat kepada usulan pembangunan di enam provinsi karena terkait hasil Pilpres 2019. Menurutnya, dalam waktu dekat Jokowi akan mengundang kepala daerah dari wilayah lainnya. (lna)

Leave a Reply