
JoSS, JAKARTA – Keluarga besar Polri menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya mantan Kapolri Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin. Awaloedin yang dikenal sebagai Bapak Satpam Indonesia, meninggal di RS Medistra, Kamis (31/1).
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian pun dijadwalkan menjadi inspektur dalam upacara penghormatan pemakaman Awaloedin. Jenazahnya akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Jumat (1/2)
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Syahar Diantono di Mabes Polri, Jakarta mengatakan Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin meninggal dunia di usia 91 tahun.
“Polri turut berduka yang mendalam atas meninggalnya Bapak Awaloedin,” katanya, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (31/1).
Syahar mengatakan Polri sangat kehilangan sosok Awaloedin karena jasa dan pengabdiannya yang besar untuk institusi Polri selama ini. “Beliau turut berjasa sangat besar bagi Polri dan mengabdikan dirinya untuk Polri. Pemikiran-pemikiran beliau banyak disumbangkan untuk kemajuan Polri,” katanya.
Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin lahir di Padang, Sumatra Barat, 26 September 1927. Awaloedin pernah menjadi anggota DPR Gotong Royong pada 1964-1966.
Awaloedin pun dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Menteri Tenaga Kerja dalam Kabinet Ampera pada era Presiden Soeharto pada tahun 1966-1967.
Pada 1970, pria asal Minang ini menjadi Direktur Lembaga Administrasi Negara. Selanjutnya, pada 1976, Awaloedin ditunjuk menjadi Duta Besar RI untuk Jerman Barat.
Awaloedin pun tercatat menjabat sebagai Kepala Kepolisian RI pada periode 1978-1982. Awaloedin juga didapuk sebagai Bapak Satpam Indonesia karena dia mempelopori lahirnya satpam.
Kisah pengabdian Awaloedin untuk Polri dan Indonesia akhirnya terhenti karena sakit yang dideritanya. Ia pun menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, Kamis (31/1).
Baca juga: Penting! Masyarakat Harus Dapat Edukasi Kebencanaan
Awaloedin meninggal pada pukul 14.45 WIB, Kamis (31/1) di RS Medistra. Jenazah almarhum akan disemayamkan di auditorium PTIK, Kebayoran Lama, Jaksel.
“Dan disalatkan terlebih dahulu di masjid PTIK ba’da salat Jumat,” imbuhnya.
Awaloedin meninggal karena sakit. Selama ini Awaloedin sering berobat ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya itu.
Selama mengabdi di kepolisian, Awaloedin menerima sejumlah penghargaan sebagai tanda jasanya di antaranya menerima Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara, dan Bintang Mahaputra Adipradana.
Ia juga pernah menerima penghargaan Satya Lencana Perang Kemerdekaan (I dan II), SL Karya Bhakti, SL Yana Utama, SL Panca Warsa, SL Peringkat Perjuangan Kemerdekaan RI, SL Penegak Veteran Pejuang Kemerdekaan RI. (lna)

Leave a Reply