14 Grup Indie Bakal Konser di Studio Musik Lokananta Solo

JoSS, SOLO – 14 grup musik indie, termasuk grup band pengisi album kompilasi 2500 Kalori akan konser di Studio Musik Lokananta Solo pada Maret mendatang.

Acara yang bertepatan dengan Hari Musik Nasional tersebut diadakan pada 9 Maret 2019 di studio setempat.

Staf Marketing Lokananta Sriyono Ali Maskuri, mengatakan konser tersebut mengusung tema 2500 Kalori.

“Ada nanti 14 grup musik yang bakal pentas nanti, di dalam studio Lokananta,” kata dia, belum lama ini seperti dirilis Solopos.com.

Album 2500 Kalori adalah kompilasi karya musisi dengan Yayasan Kampung Halaman yang mengangkat tema Pangan dan Remaja. Album volume pertama mengusung 15 grup musik indie dari Jawa Tengah.

Diantaranya Orkes Kodok Ngorek, Afapika, Tiger Paw, serta dua kelompok dari Solo yaitu Farinela dan Merah Bercerita.

Farinela kala itu menyumbang single terbaru berjudul Dendang Wedangan. Dalam lagu tersebut, grup yang digawangi Farda dan Indra menjabarkan beraneka ragam kudapan, juga suasana area angkringan Solo menjelang malam.

Digarap dengan musik easy listening, mereka memasukkan diksi-diksi sederhana agar mudah diterima pendengarnya.

Sriyono menambahkan konser tersebut merupakan salah satu program untuk memperkenalkan Lokananta kepada musikus indie.

Harapannya para penampil yang berasal dari berbagai daerah sekitar Solo kembali ke Lokananta setelah acara.

Baca juga: Ratusan Musisi Tolak RUU Permusikan

Sejak beberapa tahun terakhir, kata Sriyono, pihaknya sering dikunjungi sejumlah grup musik lokal maupun nasional untuk melakukan rekaman. Terakhir, grup musik Slank yang merekam album baru di Studio Lokananta selama sepekan.

Mereka live music di dalam ruang studio selama empat hari, sisanya live akustik di venue lainnya.

“Seingat saya setelah Glen Fredly beberapa musikus nasional melakukan rekaman di Lokananta. Yang kami lakukan untuk menyambut mereka ya biasanya mempersiapkan semaksimal mungkin agar tertarik dan mengenalkan studio ini ke musikus lainnya,” terang dia.

Bicara soal sejarah musik di dalam negeri, nama Lokananta pasti tak terasa asing lagi bukan?

Berdiri pada tanggal 29 Oktober 1956, Lokananta menjadi saksi bisu sejarah awal sekaligus pionir industri musik tanah air.

Diprakarsai oleh Oetojo Soemowidjojo dan Raden Ngabehi Soegoto Soerjodipoero, pegawai RRI Surakarta, Lokananta diadakan guna mengisi fungsi sebagai studio rekaman pendukung Radio Republik Indonesia.

Untuk mengisi program-program RRI inilah, Lokananta menjalankan proses simbiosis mutualisme dengan beberapa bakat musik yang tengah ramai dibicarakan pada masa emasnya dulu.

Sebut saja nama-nama legendaris seperti Gesang, Waldjinah, Titiek Puspa, hingga Bing Slamet.

Tak ada satu pun orang Indonesia yang bakal tahu nama mereka tanpa adanya sumbangsih dari keberadaan Lokananta. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*