
JoSS, SOLO – PT Astra Property dan PT Trans Marga Jawa Tengah segera merealisasikan rencana pembangunan rest area Pendapa 49 di KM 49 ruas tol Semarang-Solo, groundbreaking akan dilakukan pada 25 Februari mendatang.
Leader Project Rest Area Urfian Anwar, rest area yang diberi nama Pendapa 49 ini diklaim akan menjadi rest area terindah di Indonesia.
Dia menjelaskan Pendapa 49 ini bakal menampung 70 usaha menengah kecil mikro (UMKM) dengan ukuran masing-masing 40 meter persegi untuk memajang produknya. Total lahan yang dibutukan seluas enam hectare yang terbagi di sisi kiri dan kanan masing-masing tiga hektar.
“Pendapa 49 akan menampung 70 UMKM dengan ukuran masing-masing 40 meter persegi. Kita akan lakukan seleksi untuk UMKM yang ada di Jateng. Luasan keseluruhan, di sisi kiri tiga hektare, kanan tiga hektare, dan tersambung jembatan di atas jalan tol. Atapnya berbentuk joglo. Ada lima sebagai simbol lima gunung di Jateng,” katanya dalam keterangan resmi, Jum’at (15/2) malam.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, pembangunan saat ini sudah semestinya mengedepankan aspek alam dan sosial, tidak terkecuali pada rest area Pendapa 49.
Baca juga: Persiapan Mudik Jasamarga Selesaikan 27 Rest Area Trans Jawa
Ganjar juga menyambut baik orientasi pembangunan rest area yang tidak hanya mengedepankan keuntungan. Bagaimana pun, perlu ada tempat bagi masyarakat, khususnya untuk menunjukkan kekayaan Jateng, baik kerajinan, kuliner, kesenian, maupun memamerkan potensi alam provinsi ini.
“Pendapa 49 tidak sekadar jadi rest area, tapi jadi destinasi baru wisata yang konten, arsitektur maupun lanskapnya indah. Ada hal menarik nanti di sana,” ujarnya.
Ganjar juga menekankan, agar rest area diisi produk asli Jateng. Dari kerajinan, kuliner sampai kesenian. Namun, harus menggunakan sistem modern.
Dia menekankan produk maupun pelaku UMKM yang menempati lokasi itu pun harus diseleksi. Jangan sampai harga produk yang dijual ‘ngepruk’ atau terlalu mahal bagi konsumen. Masalah harga harus kompetitif dan tidak merugikan konsumen.
“Bilang, jualannya jangan caramu, tapi cara kita. Kualitas bagus harga terjangkau dan semua harus enak,” katanya. (lna)

Leave a Reply