Permintaan Melonjak, Lampion Kini Tak Hanya Berwarna Merah

JoSS, SOLO – Menjelang perayaan Tahun Baru China 2570 atau Imlek 2019 permintaan lampion di Kota Solo, Jawa Tengah, mengalami kenaikan hingga enam kali lipat dibandingkan hari biasa.

Seorang perajin lampion di Kota Solo Hanif Marimba di Solo, mengatakan hingga saat ini, sudah memproduksi sekitar 4.000 lampion, dan akan terus bertambah hingga menjelang perayaan Imlek.

Dia menuturkan ribuan lampion hasil produksinya tersebut dijual ke berbagai daerah di sekitar Solo Raya Jawa barat, hingga ke Bali.

Dari seluruh lampion yang sudah dijualnya tersebut, 1.000 lampion di antaranya khusus untuk memenuhi permintaan di Kota Solo.

“Makin dekat dengan Imlek, permintaan akan makin meningkat. Bahkan tidak hanya dari Solo tetapi juga dari daerah lain, permintaannya hingga enam kali lipat dibandingkan hari biasa,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Selasa (22/1).

Beberapa permintaan dari luar kota, di antaranya Bandung, Bali, dan Jakarta. Ia mengatakan untuk lampion produksinya mulai dengan ukuran terkecil dengan diameter 25 centi meter, dan yang paling besar dengan diameter 1 meter.

Harga jual per unitnya, lanjutnya mulai dari Rp25.000 – Rp350.000 tergantung dari besar kecilnya ukuran lampion. Dalam sehari, udaha perajin lampion miliknya ini mampu memproduksi sekitar 200-300 lampion.

“Yang paling kecil ukurannya 25 cm, sedangkan untuk yang paling besar berdiameter 1 meter,” katanya.

Baca juga: Pelepasan Lampion Air Jadi Suguhan Festival Banjir Kanal Barat Semarang 2018

Sementara itu, hal menarik lainnya pada Imlek 2019 ini adalah berbarengan dengan tahun politik, yang bersamaan dengan masa kampanye baik untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dan Pemilihan anggote Legislatif.

Kondisi ini juga berpengaruh terhadap ornamen perayaan Imlek pada tahun ini. Hal tersebut terlihat dari beragamnya warna lampion yang diproduksi para pengrajin lampion.

Hanif Marimba membenarkan hal tersebut, bahwa di perayaan Imlek 2019 ini permintaan lampion tidak hanya warna merah.

“Khusus di tahun ini pelanggan lebih minta warna yang beragam, tidak hanya merah, ada yang meminta kuning, emas dan warna lain, mungkin saja karena adanya tahun politik 2019,” katanya.

Pihaknya berujar lampion babi nantinya akan turut memeriahkan imlek tahun ini. Karena tahun ini simbolnya adalah tahun babi.

Sebelumnya, Ketua Panitia Imlek 2019 Sumartono Hadinoto mengatakan dalam rangka memeriahkan perayaan Imlek tersebut akan ada pemasangan lampion 12 shio, neon boks 12 shio, pemasangan gapura Imlek, dan sebanyak 5.000 lampion.

“Untuk pemasangan lampion ini dilakukan di Komplek Pasar Gede, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Urip Sumoharjo. Untuk uji coba lampu akan dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2019,” katanya.

Sumartono menambahkan untuk kali ini perayaan bertemakan Persatuan dalam Keragaman.

Tema tersebut diambil dengan tujuan bahwa Imlek bukan hanya dari organisasi Tionghoa, namun sudah diperluas dengan mengajak komunitas lainnya.

Termasuk juga untuk lebih membawa pesan persatuan di tahun politik 2019 ini. “Dari Solo, sebagai kota majemuk dan mencerminkan Kebhinekaan,” ujarnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*