
JoSS, SEMARANG – Pembangunan tahap I Alun-alun Pasar Johar sudah rampung. Proses lelang pembangunan tahap kedua dilaksanakan Januari ini, rencananya proyek ini selesai pada tahun ini.
Menurut Sekretaris Distaru Kota Semarang M Irwansyah, pembangunan alun-alun seluas 9.184 meter persegi sudah rampung 100 persen pada Desember lalu. Total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp50 miliar.
“Untuk tahap II akan kami lelangkan pada Januari 2019 ini. Berkas sudah kami siapkan. Anggarannya sama dengan tahap I yaitu Rp 50 miliar,” terangnya kepada Joss.co.id di Semarang, belum lama ini.
Dijelaskan, pada tahap I alun-alun yang dikerjakan mulai pertengahan Agustus hingga Desember 2018. Pengerjaannya meliputi pemasangan tiang pancang, pembuatan fondasi alun-alun, dan basement yang nantinya akan menjadi area parkir pedagang Pasar Johar Baru.
Saat ini, alun-alun memang belum terlihat wujudnya karena masih bagian bawah yang dikerjakan. Wujud alun-alun baru terlihat sempurna setelah pembangunan tahap II selesai nantinya di akhir tahun ini.
“Setelah lelang mendapatkan kontraktor yang kompeten, langsung dilanjutkan pelaksanaan. Diharapkan proyek alun-alun ini selesai pada akhir 2019 mendatang dan awal 2020 sudah dapat beroperasi,” tukasnya.
Baca juga: Proyek SPAM Semarang Barat Jadi Pionir Skema KPBU
Irwansyah mengakui, pada pelaksanaan pembangunan tahap I, sempat mengalami keterlambatan dalam penyelesaiannya. Proyek yang berakhir pada 28 Desember sebagaimana kontrak kerja itu terganggu pipa PDAM yang berada di bawah alun-alun.
“Tapi kami dorong terus untuk dilakukan percepatan dan sampai akhir Desember sudah selesai 100 persen,” tuturnya.
Ditambahkan, setelah pembangunan tahap II selesai, pada bagian atasnya adalah alun-alun seluas satu hektar akan dipergunakan sebagai fasilitas publik. Sementara di sisi selatan terdapat koridor penghubung Pasar Johar menuju Masjid Kauman.
“Dalam koridor ini nanti ada tenda-tenda untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan perlengkapan shalat. PKL yang semula berjualan di depan Masjid Kauman akan dipindah ke koridor ini. Terkait ini, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan nantinya,” tambahnya.
Dikatakannya, proses lelang proyek tersebut sengaja dilaksanakan di awal tahun 2019 karena anggaran sudah tersedia. Selain itu, juga agar waktu pengerjaan relatif lebih lama sehingga hasilnya lebih maksimal. (gus/lna)

Leave a Reply